Korban Banjir Sigi di Pengungsian Tetap Semangat Berpuasa

Red: Ani Nursalikah

 Selasa 21 May 2019 11:03 WIB

Seorang ibu, bersama cucuknya terpaksa harus tinggal di tenda pengungsi di depan rumahnya di Desa Salua, Kecamatan Sigi, Sulawesi tengah, kamis (10/10). Foto: Darmawan / Republika Seorang ibu, bersama cucuknya terpaksa harus tinggal di tenda pengungsi di depan rumahnya di Desa Salua, Kecamatan Sigi, Sulawesi tengah, kamis (10/10).

Kebutuhan sehari-hari warga korban banjir mengandalkan bantuan.

REPUBLIKA.CO.ID, SIGI -- Warga korban bencana alam banjir bandang di Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah hingga kini masih bertahan di tenda-tenda pengungsian dan tetap menjalankan ibadah puasa. "Habis mau gimana lagi. Kita harus menerima semua cobaan ini dengan hati yang ikhlas," kata Marni, seorang korban banjir bandang di Desa Tuva, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi, Selasa (21/5).

Baca Juga

Ia mengatakan sudah hampir dua pekan terakhir ini masih tinggal di tenda pengungsi, sebab rumahnya sudah hancur diterjang banjir bandang beberapa waktu lalu. Bencana alam yang terjadi saat menjelang Ramadhan tersebut mengakibatkan rumah dan isi rumah habis ditelan banjir bandang.

Kini, dia terpaksa tinggal sementara di tenda pengungsi yang ada di desanya. Soal kebutuhan sehari-hari, selama ini hanya mengandalkan bantuan dari berbagai pihak, termasuk dari organisasi masyarakat, agama, lembaga-lembaga peduli kemanusiaan, instansi pemerintah, BUMN, dan swasta. Bantuan juga ada dari pribadi warga yang memiliki kemampuan ekonomi.

Dia mengaku sampai sekarang ini, berbagai jenis bantuan untuk korban bencana alam banjir bandang terus mengalir, termasuk makanan/minuman berbuka puasa. Hal senada juga disampaikan Mutia, seorang ibu rumah tangga yang juga termasuk korban bencana banjir di Desa Bangga, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi.

Ia mengatakan masih tetap semangat berpuasa, meski hanya tinggal di tenda pengungsi yang sederhana. "Kami sahur dan buka puasa ala kadarnya saja," kata dia.

Dia juga membenarkan bantuan logistik bahan makanan dan lainnya masih terus mengalir. "Tiap hari ada saja bantuan yang disalurkan pihak-pihak yang peduli korban bencana alam," ujarnya.

Namun, warga di Desa Bangga tetap masih dihantui datangnya kembali banjir susulan seperti yang terjadi beberapa hari lalu. "Terus terang kami masih cemas karena banjir susulan bisa terjadi kembali mengingat curah hujan di hulu sungai masih tinggi," ucapnya.

Banjir bandang yang terjadi pada 28 April 2019 melanda sejumlah desa di Kabupaten Sigi. Ada dua kecamatan, yakni Dolo Selatan dan Gumbasa yang dilanda banjir bandang dan mengakibatkan ribuan jiwa harus mengungsi sementara karena rumah hanyut dan tertimbun lumpur. Banjir tersebut juga sempat memutuskan jalur Palu-Kulawi dan Bangga.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X