Monday, 2 Rabiul Awwal 1442 / 19 October 2020

Monday, 2 Rabiul Awwal 1442 / 19 October 2020

Golkar dan Cak Imin Mau Jatah Ketua MPR, Jokowi: Wajar

Ahad 19 May 2019 21:11 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Teguh Firmansyah

Presiden Joko Widodo (kedua kanan), Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto (kedua kiri), Ketua DPR Bambang Soesatyo (kiri), dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (kanan) berbincang saat menghadiri acara Buka Puasa Bersama Partai Golkar, di Jakarta, Minggu (19/5/2019). Kegiatan tersebut mengangkat tema Menjemput Kemenangan Ramadhan.

Presiden Joko Widodo (kedua kanan), Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto (kedua kiri), Ketua DPR Bambang Soesatyo (kiri), dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (kanan) berbincang saat menghadiri acara Buka Puasa Bersama Partai Golkar, di Jakarta, Minggu (19/5/2019). Kegiatan tersebut mengangkat tema Menjemput Kemenangan Ramadhan.

Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Jokowi menilai sebagai pemenang kedua wajar Golkar minta jatah kursi MPR.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai wajar jika Partai Golkar ingin menduduki kursi sebagai Ketua MPR. Sebab, kata Jokowi, Partai Golkar mendapat perolehan suara kedua terbanyak di dalam pemilu legislatif.

"Baik saya kira sebagai pemenang yang kedua juga wajar," ujar Jokowi usai berbuka puasa bersama dengan Partai Golkar di Hotel Sultan, Ahad (19/5).

Jokowi juga menilai wajar ambisi Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin yang juga menginginkan kursi Ketua MPR. "Ya Cak Imin menginginkan wajar juga," ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menyebut Partai Golkar semestinya mendapatkan kursi sebagai Ketua MPR. Sebagai partai yang memperoleh suara kedua terbanyak, ia menilai wajar jika Partai Golkar menduduki kursi tersebut. 

"Dalam konteks kesantunan politik, telah jelas dalam UU MD3 bahwa pemenang pemilu akan menjadi ketua DPR berikutnya. Dalam hal ini Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), dan wakilnya secara berurutan sehingga akan wajar, ini seizin Pak Muhaimin Iskandar apabila dalam nanti dalam pemilihan ketua MPR yang dipilih dalam sistem paket, paket koalisi Indonesia Kerja, wajar juga mengusung paket dengan ketua (MPR) dari Partai Golkar," kata Airlangga dalam acara buka puasa bersama.

Airlangga menyebut masih akan berunding dengan partai koalisi pengusung Jokowi-Ma'ruf mengenai siapa yang akan diusung sebagai Ketua MPR. Komunikasi antarpartai koalisi tersebut akan dilakukan setelah pengumuman resmi hasil pemilu dari KPU pada 22 Mei nanti.

Meskipun menurutnya Golkar pantas mendapatkan kursi Ketua MPR karena memperoleh suara kedua terbanyak, namun ia mengaku akan terbuka membahas dengan partai lain di luar koalisi. "Nanti kita bahas, kita akan pilih dari partai yang terbaik," ucap Airlangga.

Berdasarkan situs pemilu2019.kpu.go.id, Ahad (19/5) data yang sudah masuk ke Situng KPU sebanyak 422.336 atau 51,92 persen dari total 813.350 TPS pada Pemilu 2019. Hasilnya adalah PDIP mendapat 20,12 persen suara, Partai Golkar 12,99 persen suara, Gerindra 11,69 persen suara, dan PKB 9,61 persen.


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA