Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Langkah-Langkah Optimalkan Ibadah di Malam Lailatul Qadar

Sabtu 18 May 2019 22:45 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Sejumlah umat muslim bertadarus Alquran di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi, Rabu (8/5/2019).

Umat Islam membaca Kitab Suci Al-Quran di Masjid Raya Bandung, Jawa Barat, Kamis (16/5/2019).

Foto:
Ada empat langkah mengoptimalkan ibadah di Malam Lailatul Qadar

Ketiga, Perbanyak do’a, zikir dan beristigfar. ‘Aisyah diperintahkan berdoa di malam al-Qadar. Sufyan ats-Tsauri berkata, “Berdoa pada malam al- qadar, lebih saya sukai daripada sholat."

Sufyan  berkata  pula,  “Apabila  seorang  membaca  al-Qur’an,  berdoa  serta  meningkatkan  do'anya kepada Allah, mudah-mudahan dia memperoleh waktu mustajab.”

Rasululah  Saw  bertahajjud  di  malam-malam  bulan  Ramadhan,  membaca  al-Qur’an  dengan  tertib. Beliau  tidak  melalui  ayat  Rahmat,  kecuali  beliau  memohonnya  kepada  Allah.  Beliau  tidak  melalui ayat azab, kecuali beliau berlindung diri kepadaNya. Beliau mengumpulkan antara sholat, qira’at, doa dan tafakkur.

Diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi dari  ‘Aisyah,  bahwa  Rasul  mengajarkan  kepada ‘Aisyah  doa  yang  diucapkan  pada  malam  al-qadar, yaitu:

“Aku bertanya, ‘Ya Rasulullah! Apa pendapatmu jika aku tahu kapan malam Lailatul Qadar (terjadi), apa  yang  harus  aku  ucapkan?’  Beliau  menjawab,  ‘Ucapkanlah:  Allahumma  innaka  ‘afuwwun tuhibbul  afwa  fa’fu’annî  (Ya  Allah  Engkau  Maha  Pengampun  dan  mencintai  orang  yang  meminta ampunan, maka ampunilah aku). 

Dalam Hasyiyah al-Jalâlain, as-Sawi berkata, “Doa yang paling baik dido’akan pada malam itu (al- qadar)  ialah  memohonkan  kemaafan  dan  ke’afiatan,  sebagaimana  yang  telah  diterima  dari  Nabi Saw.”

Dalam sebuah hadits, Rasulullah Saw bersabda:

 “Sesungguhnya  Allah  melihat  pada  malam  al-qadar  kepada  orang-orang  mukmin  dari  ummat Muhammad,  lalu  dimaafi  mereka  dan  dirahmatiNya,  kecuali  empat  orang,  yaitu:  peminum  arak, pendurhaka kepada ibu-bapak, orang yang selalu bertengkar, dan memutus tali silaturahmi.”

Keempat, beri’tikaf di masjid.Sayyid Sabbiq, dalam Fiqh as-Sunnah menyatakan, bahwa i’tikaf adalah luzûm al-syai’ wa habs al- nafs ‘alaih (mengikatkan diri pada sesuatu dan menahan diri di atasnya).235 Dengan kata lain, i’tikaf adalah  berdiam  (tinggal)  di  suatu  tempat.  Oleh  karena  itu,  orang-orang  yang  tinggal  di  masjid  dan menegakkan  ibadah  di  dalamnya  bisa  disebut  sebagai  mu’takif  dan  ‘akif  (orang  yang  sedang beri’tikaf).

Imam Ibn al-Qayyim berkata, “Manakala seseorang ingin berjalan di atas jalan Allah SWT dalam keadaan  sehat  dan  istiqamah  (konsisten),  semuanya  sangat  tergantung  pada  terkumpulnya  unsur- unsur  yang  bisa  memperkuat  hati,  kemudian  menghadapkan  hati  tersebut  kepada  Allah  SWT  secara menyeluruh. Sebab, kusutnya hati tidak akan dapat sembuh kecuali dengan menghadap kepada Allah Ta’ala.  Sedangkan  makan  dan  minum  yang  berlebih-lebihan  dan  berlebih-lebihan  dalam  bergaul, terlalu  banyak  bicara  dan  tidur,  termasuk  dari  unsur-unsur  yang  menjadikan  hati  bertambah  kusut dan  menceraiberaikan  hati  di  setiap  tempat.  hati  menuju  Allah  SWT.”

Inilah empat amalan dalam mengoptimalkan ibadah kepada Allah SWT yang bisa kita lakukan dalam rangka menghidupkan malam lailatul qadar. Semoga, puasa kita mampu menempa dan melahirkan kembali diri ini menjadi insan fitrah yang layak mendapatkan ampunan dosa yang telah lalu dan yang akan datang. Allaahu a’lam

Pengirim: Yulida Hasanah, FORSIMA, Forum Silaturrahmi Ustazah dan Muballighoh

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA