Wednesday, 4 Jumadil Akhir 1441 / 29 January 2020

Wednesday, 4 Jumadil Akhir 1441 / 29 January 2020

Indonesia, Timor Leste, ADB Teken Kerja Sama Lintas Batas

Ahad 05 May 2019 00:16 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Andri Saubani

Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Foto: Antara/Wahyu Putro A
MoU ditandatangani di Nadi, Kepulauan Fiji, Sabtu (4/5).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia berasama Pemerintah Timor Leste dan Asian Development Bank (ADB) meneken nota kesepahaman (MoU) untuk kerja sama lintas batas negara di Nadi, Kepulauan Fiji pada Sabtu (4/5). MoU ditantangani langsung oleh Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan Timor Leste Sara Lobo Brites, serta Presiden ADB Takehiko Nakao.

Perjanjian lintas batas itu dimaksudkan untuk mengurangi hambatan transportasi darat dan udara lintas batas. Termasuk, perbatasan antara wilayah Timor Leste dan Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Upaya lain yang dituangkan dalam kerja sama yakni untuk bersama-sama mengurangi hambatan isu kesehatan hewan, terutama yang berkaitan dengan perdagangan hewan ternak.  Selain itu, antara Indonesia dan Timor Leste sepakat untuk melakukan pemasaran bersama untuk mendorong sektor pariwisata.

Sebagai komitmen atas kerja sama tersebut, ADB menyatakan siap menyediakan dukungan dana hibah sebesar 1 juta dolar AS. Presien ADB, Takehiko Nakao, mengatakan, kerja sama dan integrasi regional sangat penting untuk pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif di Asia dan Pasifik.

“Kerja sama ini langkah kecil, tapi penting dalam dukungan kami untuk kerja sama lintas batas antara Indonesia dan Timor Leste,” kata Takehiko dalam siaran pers diterima Republika.co.id, Sabtu siang.

Bagi ADB, mendukung kegiatan perekonomian di daerah perbatasan antarnegara sangat penting. Tujuannya, tidak lain untuk mengatasi ketimpangan dan memastikan kemakmuran di kawasan Asia.

Sementara itu, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mengurangi kesenjangan regional di Indonesia. Provinsi NTT merupakan satu dari sekian wilayah perbatasan Indonesia yang memiliki potensi sosial ekonomi untuk dikembangkan lebih jauh.

“Ini dilakukan melalui peningkatan konektivitas, aksesibilitas, dan kapasitas serta kolaborasi ekonomi lintas batas,” ujarnya.

Sri menambahkan, MoU tersebut menjadi pelengkap strategi nasional pemerintahan saat ini. Selain itu, kerja sama ini sekaligus menjadi momen keberlanjutan hubungan dengan ADB untuk mendukung daerah-daerah perbatasan untuk berkolega dengan negara tetangga.

Menteri Keuangan Timor Leste, Sara Lobo Brites, mengatakan, Timor Leste telah membuat langkah signifikan sejak kemerdekaan. Karena itu, untuk menjaga keberlanjutan, pihaknya harus meningkatkan integrasi di wilayah Asean dan ekonomi dunia serta berupaya melakukan diversifikasi ekonomi.

“Mengurangi hambatan perdagangan dengan tetangga terdekat kami adalah langkah penting. Kami menyambut baik kerja sama dengan ADB dan Indonesia sebagai awal kemitraan yang saling menguntungkan,” katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA