Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

RUPSLB Sahkan Al-Falah Akuisisi 50,3 Persen Saham Muamalat

Jumat 17 May 2019 16:58 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Friska Yolanda

Bank Muamalat menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa di Muamalat Tower, Jakarta, Jumat (17/5).

Bank Muamalat menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa di Muamalat Tower, Jakarta, Jumat (17/5).

Foto: dok. Bank Muamalat
Masuknya modal akan memudahkan Muamalat melakukan ekspansi bisnis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (Bank Muamalat) mensahkan Al Falah Investments Pte Limited (Al Falah) sebagai investor baru yang mengakuisisi 50,3 persen saham, Jumat (17/5). Para pemegang saham mayoritas dan minoritas menerima secara penuh rancangan akuisisi yang diterbitkan Bank Muamalat.

Chief Executive Officer Bank Muamalat, Achmad Kusna Permana menyampaikan dana suntikan modal sebesar Rp 2 triliun. Dana tersebut berasal dari Al Falah sebesar Rp 1,7 triliun dan konsorsium Koperasi Simpan Pinjam Jasa (Kospin Jasa) sebesar Rp 300 miliar.

"Seluruh pemegang saham telah menyetujui seluruh rencana aksi dalam rangka penguatan struktur permodalan perseroan," kata Permana usai RUPS di Ballroom Muamalat Tower, Kuningan, Jakarta. 

Saat ini, statusnya masih dalam proses untuk mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ia optimistis dengan masuknya modal maka Bank Muamalat dapat dengan leluasa melakukan ekspansi bisnis.

Dana dari Al Falah sebesar Rp 1,7 triliun dari konsorsium Al Falah telah disetor ke rekening penampungan pada 30 April 2019. Dana dari Kospin dan Lynx Asia juga telah masuk masing-masing sebanyak Rp 250 miliar dan Rp 50 miliar.

Hari ini, Bank Muamalat juga menggelar RUPS Tahunan dengan enam mata acara. Diantaranya adalah persetujuan laporan tahunan perseroan tahun buku 2018, persetujuan penggunaan laba bersih tahun buku 2018 dan pengakhiran masa tugas direksi, dewan komisaris dan Dewan Pengawas Syariah (DPS) periode 2014-2019 serta pengangkatan direksi, dewan komisaris dan Dewan Pengawas Syariah (DPS) untuk periode berikutnya. 

Permana mengatakan RUPST perseroan memutuskan adanya perubahan susunan pengurus perseroan dengan menambah satu posisi direktur yakni direktur risiko. Avianto Istihardjo diangkat sebagai Direktur Risiko Bank Muamalat. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Chief Risk Officer.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA