Sabtu, 23 Zulhijjah 1440 / 24 Agustus 2019

Sabtu, 23 Zulhijjah 1440 / 24 Agustus 2019

 

Simpang Tiga Bawen Jadi Perhatian Dishub Kabupaten Semarang

Kamis 16 Mei 2019 11:49 WIB

Rep: S Bowo Pribadi/ Red: Ani Nursalikah

Antrean kendaraan terpantau menjelang simpang Bawen, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang.

Antrean kendaraan terpantau menjelang simpang Bawen, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang.

Foto: Republika/Bowo Pribadi
Simpang Tiga Bawen menjadi titik pertemuan arus lalu lintas dari empat arah.

REPUBLIKA.CO.ID, UNGARAN -- Simpang Tiga Bawen akan menjadi perhatian serius Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Semarang pada saat arus mudik dan arus balik Lebaran 1440 Hijriyah. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, persimpangan sebidang 'pemecah' arus lalu lintas di jalur utama (nontol) Semarang-Solo dan Semarang-Yogyakarta ini selalu menjadi simpul kemacetan di wilayah Kabupaten Semarang.

Baca Juga

Persimpangan ini akan menjadi titik pertemuan arus lalu lintas dari empat arah sekaligus, masing-masing dari arah Semarang, Yogyakarta, Solo serta lalu lintas kendaraan yang keluar dari exit tol Bawen. Pada saat arus lalu lintas di jalan nasional tersebut meningkat tajam, potensi penumpukan kendaraan di titik persimpangan Bawen ini cukup besar sehingga butuh kesigapan para petugas.

“Karena kendaraan yang akan beralih jalur harus bergantian, sementara di persimpangan ini tidak ada lampu lalu lintas,” kata Kepala Dishub Kabupaten Semarang, Rudibdo, di Ungaran, Kabupaten Semarang, Kamis (16/5).

Selain Simpang Bawen, Dishub Kabupaten Semarang juga telah memetakan sejumlah potensi kemacetan lainnya, di jalur utama (nontol) yang bakal menjadi jalur utama mudik atau jalur pariwisata pada saat liburan Hari Raya Idul Fitri di daerahnya. Khusus ruas jalan utama Bawen ke arah Magelang, simpul kemacetan berpotensi terjadi di depan Pasar Projo Ambarawa akibat pasar tumpah serta proyek pelebaran jalan dan jembatan tanjakan Kethekan, Kecamatan Jambu.

Sementara untuk jalur utama ruas Bawen ke arah Salatiga/ Boyolali, masih jelasnya, titik- titik potensi kemacetan ada di persimpangan Tuntang, depan tempat wisata Saloka Theme Park atau depan PIKK Lopait (Tuntang) serta Pasar Suruh, Pasar Kembangsari (Tengaran) serta simpang Sruwen. Sedangkan untuk arah Semarang menuju Bawen, kemacetan arus lalu lintas juga berpotensi terjadi di depan Pasar Bandarjo Ungaran, Pasar Babadan, simpang Klepu serta depan wisata Cimory on The Valey (Bergas).

“Sedangkan untuk kemacetan di jalur utama pariwisata yang ada di Kabupaten Semarang, berpotensi terjadi di Pasar Jimbaran- Pasar Bandungan hingga jalur utama menuju Candi Gedongsongo,” ujar Rudibdo.

Ia juga menyampaikan, dari beberapa potensi kemacetan di jalur utama mudik maupun jalur wisata yang ada di Kabupaten Semarang ini akan menjadi perhatian utama Dishub maupun Satlantas Polres Semarang. Apalagi, masih kata Rudibdo, jumlah kendaraan pribadi yang bakal melintas di jalur utama mudik (non tol) di Kabupaten Semarang pada Idul Fitri 2019 ini diprediksi meningkat hingga 17,59 persen dibandingkan dengan tahun lalu.

Pada mudik Lebaran tahun lalu, julah kendaraan yang melintas di jalur utama (jalan nasional) yang ada di Kabupaten Semarang mencapai 3,19 juta. Dengan adanya peningkatan hingga 17,59 persen, maka jumlah kendaraan yang melintas di Kabupaten Semarang pada saat mudik Lebaran nanti diperkirakan bakal mencapai 3,76 juta kendaraan.

Ia juga menjelaskan, peningkatan jumlah kendaraan yang melintas ini dikarenakan jumlah kendaraan pemudik yang masuk ke Jawa Tengah, salah satunya bakal terpecah dan masuk melalui jalan nasional yang ada di Kabupaten Semarang.

Prediksi lonjakan arus mudik bakal berlangsung mulai, Kamis (30/5) dengan puncak pada Sabtu (1/6). Sedangkan lonjakan kendaraan arus balik diperkirkan bakal berlangsung mulai Jumat (7/6) dan akan mencapai puncaknya pada Sabtu (8/6) hingga Ahad (9/6).

Guna mengantisipasi lonjakan ini, Dishub juga akan mengefektifkan sejumlah jalur alternative yang bisa diakses para penguna jalan, apabila terjadi kepadatan arus lalu lintas di jalur utama tersebut. Polres Semarang menyiapkan 11 posko pengamanan yang lokasinya sengaja ditempatkan di pada ruas rawan kemacetan, seperti di depan Pasar Bandarjo Ungaran, Pasar Babadan, Pasar Karangjati. Kemudian Posko Induk Sentra Layanan Kantor Dishub di Tegal Panas, Posko Pasar Bandungan, dan Pasar Projo Ambarawa.

“Selain itu juga di pintu keluar tol Bawen, PIKK Lopait Tuntang, Kopeng, Pasar Suruh dan Posko Pasar Kembangsari,” ujar Rudibdo.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES