Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Permintaan Darah ke PMI Surakarta Melonjak

Rabu 15 May 2019 08:59 WIB

Red: Ratna Puspita

Ilustrasi kantong darah

Ilustrasi kantong darah

Foto: Antara/Rahmad
Permintaaan di hari normal 100 kantong/hari naik menjadi 250 kantong/hari.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Permintaan darah segar yang masuk ke Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Surakarta melonjak hingga tiga kali lipat pada tiga hari terakhir ini. Jika selama ini permintaan darah di hari normal sekitar 100 kantong/hari, selama tiga hari terakhir melonjak hingga 250 kantong/hari.

Baca Juga

"Kami belum tahu peningkatannya karena apa, yang pasti permintaan dari sejumlah rumah sakit terus meningkat," kata Sekretaris PMI Cabang Surakarta, Sumartono Hadinoto di Solo, Selasa (14/5).

Pada awal Ramadhan lalu, PMI Surakarta sudah menyiapkan stok darah hingga 4.000 kantong. "Persiapan kami lakukan karena biasanya saat Ramadhan jumlah pendonor turun," ujarnya.

Terkait hal itu, PMI Surakarta akan fokus pada upaya menormalkan kembali stok darah di PMI. Menurut dia, salah satu yang dilakukan adalah PMI mengimbau para relawan untuk tetap mendonorkan darahnya seperti biasa.

"Meski puasa, secara medis donor darah tidak masalah. Kami juga menyiapkan takjil untuk relawan yang bersedia untuk donor darah," katanya. PMI Surakarta juga siap untuk jemput bola kepada komunitas yang ingin menyelenggarakan donor darah massal.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta, Siti Wahyuningsih menyebutkan belum mengetahui secara pasti penyebab kenaikan permintaan darah segar tersebut. "Karena sejauh ini tidak ada kejadian luar biasa yang terjadi di Kota Solo," tambahnya.

Ia mengatakan sulitnya memetakan penyebab kenaikan permintaan tersebut karena kebanyakan rumah sakit di Solo merupakan rumah sakit tipe B yang menjadi rujukan dari rumah sakit lain di luar Kota Solo.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA