Jumat, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 Februari 2020

Jumat, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 Februari 2020

Konsumsi Listrik Saat Lebaran Diprediksi Turun 5 Persen

Senin 13 Mei 2019 14:48 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Nidia Zuraya

Petugas melakukan pemeliharaan jaringan listrik di Gardu Induk Gandul, Depok, Jawa Barat, Jumat (12/4/2019).

Petugas melakukan pemeliharaan jaringan listrik di Gardu Induk Gandul, Depok, Jawa Barat, Jumat (12/4/2019).

Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya
Penjualan tenaga listrik pada 2018 telah menembus angka 232,43 TWh

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian ESDM memprediksi konsumsi listrik pada musim lebaran esok akan turun sebesar lima persen. Ketua Posko Nasional ESDM Rida Mulyana menjelaskan penurunan ini disebabkan oleh banyak industri dan retail yang akan tutup pada lebaran nanti.

Rida menjelaskan karena konsumsi yang turun tersebut maka diperkirakan cadangan kapasitas daya yang dimiliki oleh PLN secara nasional akan mencukupi kebutuhan masyarakat. "Pasokan listrik secara umum diproyeksikan aman. Secara umum pabrik tutup toko tutup pasokan akan cukup," ujar Rida di Kementerian ESDM, Senin (13/5).

Rida juga merinci penjualan tenaga listrik pada 2018 telah menembus angka 232,43 Terra Watt hour (TWh) atau naik 5,14 persen dibanding dua tahun sebelumnya. Pada 2019, diproyeksikan akan terjadi kenaikan penjualan tenaga listrik sebesar 6,40 persen atau menembus angka 247,3 TWh.

Adapun industri menjadi pelanggan listrik terbesar di Indonesia selama 2018. Total konsumsi listrik sektor industri sepanjang 2018 mencapai 76,345 TWh atau tumbuh 32,85 persen dari tahun sebelumnya, yaitu 71,72 TWh.

Hal ini juga diamini oleh PLN, PT PLN (Persero) memprediksi konsumsi listrik selama masa Lebaran turun hingga 40 persen. Hal tersebut karena banyak industri tutup dan panjangnya libur hari raya.

"Turunnya sekitar 40 persen dari hari biasa. Jadi kalau misalnya tadi kebutuhan 27 megawatt (MW) itu turun jadi sekitar 15 MW. Itu karena industri-industri turun drastis kan libur apalagi sekarang libur panjang 10 hari," kata Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PLN Amir Rosidin.

Dengan konsumsi yang turun, katanya, pasokan listrik selama Lebaran tidak perlu dikhawatirkan. PLN juga meneruskan persiapaan kebutuhan listrik dari Pemilu sampai Lebaran.

"Karena ini beruntun, Pemilu kita amankan juga dari TPS Kecamatan dan sudah bergeser ke KPUD. Setiap unit melaporkan posisi, mana yang 100 persen. Nah ini sekarang lanjut lagi, piket untuk Lebaran," ujarnya.

Dia melanjutkan, PLN juga memastikan kebutuhan listrik untuk rest area di jalur tol yang baru beroperasi. "Nah itu kita siapkan juga listrik. Nah nanti moga-moga pas ada mudik ini, pemudik nyaman dengan adanya listrik ini," tuturnya.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA