Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Pemindahan Ibu Kota, Konsumen Cari Properti di Palangkaraya

Senin 13 May 2019 14:23 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Friska Yolanda

Ilustrasi ibu kota Pindah

Ilustrasi ibu kota Pindah

Foto: Republika/Mardiah
Konsumen mulai memantau harga di lokasi yang disebut-sebut akan jadi ibu kota baru.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rencana pemindahan ibu kota turut berdampak langsung kepada perilaku masyarakat dalam mencari properti. Meski lokasi pemindahan ibu kota belum ditetapkan, konsumen properti seketika tertuju pada lokasi potensial untuk mempelajari kondisi harga properti setempat.

Baca Juga

Platform jual beli online, OLX dalam hasil riset terbarunya, menyebutkan, pencarian properti di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, naik lima kali lipat. Kenaikan itu terjadi pada 30 April 2019, atau satu hari setelah Rapat Terbatas Pemindahan Ibu Kota digelar di Istana Merdeka dan Presiden Joko Widodo memutuskan untuk memindahkan ibu kota ke luar Pulau Jawa.

Head of Real Estate Category OLX Indonesia, Ignasius Ryan Hasim, mengatakan, pada 30 April 2019, trafik pencarian properti di Kota Palangkaraya mencapai 1.500 kali. Jumlah itu naik lima kali lipat dibanding trafik pencarian pada 25 April 2019 sebanyak 314 kali.

“Kota Palangkaraya belum dikonfirmasi oleh pemerintah, tapi trafik pencairan properti tertinggi di Pulau Kalimantan ada di Palangkaraya. Sudah ada pergerakan pencarian properti,” kata Ignasius kepada wartawan di Jakarta, Senin (13/5).

Menurut Igna, dari total luas Kota Palangkaraya sebesar 2.400 kilometer persegi, baru sekitar 50 kilometer persegi yang terbangun. Di sisi lain, Palangkaraya yang terdapat di Pulau Kalimantan juga bukan berada di atas lempeng bumi yang dapat memicu terjadinya gempa bumi.

Lebih lanjut, menurut dia, perhatian masyarakat terkait pemindahan ibu kota saat ini mulai mengerucut kepada tiga titik, yakni Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur, Kabupaten Gunung Mas di Kalimantan Tengah, serta kawasan segitiga Palangkaraya, Gunung Mas, dan Katingan di Kalimantan Tengah.

Ke depan, Igna mengatakan, OLX masih perlu mendalami tiga hal berkaitan dengan rencana pemindahan ibu kota. Pertama, harga tanah. Menurutnya, pergerakan harga tanah perlu dipantau karena pembangunan ibu kota setidaknya membutuhan dua hal, yaitu infrastruktur baru dan ketersediaan luasan tanah untuk menampung penduduk baru.

Kedua, harga mobil. Igna mengatakan, data internal OLX menunjukkan kepemilikan mobil di Palangkaraya hanya 110 ribu mobil. Sementara, pemindahan ibu kota yang diperkirakan akan ikut memindahkan 15 juta penduduk secara otomatis akan meningkatkan permintaan mobil.

“Artinya akan ada permintaan yang sangat masif untuk mobil, walaupun tidak semua orang butuh mobil,” kata dia.  

Ketiga, yakni kondisi harga tanah dan properti di Jakarta dan sekitarnya. Secara hukum ekonomi, Igna menyampaikan, pemindahan ibu kota akan mendorong sebagian masyarakat untuk menjual aset propertinya di Jakarta. Ketika itu terjadi, secara normal bakal terjadi koreksi harga pasar. Meski begitu, Igna mengatakan, hal itu harus didalami untuk waktu jangka panjang. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA