Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

 

Panglima TNI Harapkan Ramadhan Jadi Pemersatu Bangsa

Senin 13 May 2019 09:55 WIB

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Muhammad Hafil

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memberikan arahan dalam Apel Khusus Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto kepada prajurit Korps Marinir, di Bhumi Marinir Cilandak, Jakarta, Selasa (30/4/2019).

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memberikan arahan dalam Apel Khusus Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto kepada prajurit Korps Marinir, di Bhumi Marinir Cilandak, Jakarta, Selasa (30/4/2019).

Foto: Antara/Aprillio Akbar
Panglima TNI berharap anak bangsa merajut kembali silaturahim.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, berharap seluruh elemen masyarakat kembali bersatu di bulan suci Ramadan. Ia berharap, sesama anak bangsa dapat kembali merajut silaturahmi yang merenggang akibat perbedaan pilihan.

Baca Juga

“Semoga ibadah suci yang penuh barokah ini mendapatkan rahmat dan ridho Allah SWT sehingga kita menjadi orang-orang yang bertakwa, Amiin Ya Robal Alamin,” ujar Hadi dalam keterangan tertulisnya, Senin (13/5).

Hadi mengatakan, kekayaan keanekaragaman yang ada pada bangsa Indonesia seyogyanya menjadi kekuatan, perbedaan yang ada selayaknya saling mengisi dan melengkapi. Menurutnya, potensi itu akan sangat kuat apabila setiap masyaralat menyadarinya dan berupaya untuk mengolahnya mejadi sebuah keunggulan.

Keberagaman dan kebhinekaan itu, kata Hadi, seharusnya disyukuri karena akan menjadikan Indonesia  negara yang kuat melebihi negara lain yang ada di dunia dengan kekayaan yang dimemilikinya. Untuk itu bangsa ini harus bersatu dan meyatukan langkah demi menyiapkan masa depan yang lebih baik.

“Kepada seluruh masyarakat, prajurit TNI dan Polri, para ulama untuk menjadi pemersatu bangsa, marilah menjadi pembawa energi positif bagi lingkungan sekitar kita,” jelasnya.

Mantan Kepala Staf Angkatan Udara itu menyebutkan, Provinsi Sulawesi Selatan, khususnya kota Makassar, merupakan barometer stabilitas di kawasan Indonesia tengah. Karena itu, TNI dan Polri sebagai aparat negara di sana harus ekstra waspada dan bijak dalam menghadapi situasi pascapemilu.

“TNI dan Polri memang tidak berpolitik praktis,namun demikian para prajurit TNI dan Polri beserta keluarga harus memiliki kesadaran demokrasi dan menjadi pelopor dalam bersikap menjunjung tinggi persatuan dan 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA