Jumat, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 Desember 2019

Jumat, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 Desember 2019

 

Siasat PMI Probolinggo Jaga Stok Darah Saat Ramadhan

Senin 13 Mei 2019 09:55 WIB

Red: Ani Nursalikah

Petugas Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung mengambil darah dari pendonor di Kantor PMI Kota Bandung, Senin (6/5).

Petugas Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung mengambil darah dari pendonor di Kantor PMI Kota Bandung, Senin (6/5).

Foto: Abdan Syakura
Selama Ramadhan biasanya jumlah pendonor berkurang.

REPUBLIKA.CO.ID, PROBOLINGGO -- Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Probolinggo di Jawa Timur menerapkan berbagai siasat menjaga stok darah selama Ramadhan 1440 Hijriyah, termasuk bekerja sama dengan pusat perbelanjaan dan Kampung Donor Darah.

"Kami mendirikan tenda di alun-alun Kota Probolinggo setiap pekan pada Selasa/Jumat untuk aktivitas donor darah. Kemudian bekerja sama dengan salah satu pusat perbelanjaan di Jalan Dr Soetomo dan masyarakat di Kampung Donor Darah (Dora)," kata Direktur Unit Donor Darah PMI Kota Probolinggo Cik Kahadi, Senin (13/5).

Ia mengatakan PMI menerapkan cara-cara itu untuk menjaga persediaan darah karena selama Ramadhan biasanya jumlah pendonor berkurang. "Hingga Sabtu (11/5) sore, stok darah tercatat sekitar 300 kantong dan insya Allah dua pekan ke depan stok darah masih cukup untuk masyarakat yang membutuhkan darah," ujarnya.

Biasanya 300 kantong darah digunakan dalam waktu dua pekan. Dia menambahkan setiap kantong WB (Whole Blood) berukuran 350 cc.

PMI Kota Probolinggo tidak hanya melayani kebutuhan darah rumah sakit yang ada di dalam kota saja, melainkan juga di wilayah Kabupaten Probolinggo. Ia mengimbau warga tidak ragu mendonorkan darah selama berpuasa karena Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah menyampaikan fatwa mendonorkan darah tidak membatalkan puasa dan justru menambah sedekah.

"Bulan Ramadhan jangan takut mendonorkan darah karena insya Allah aman dan tidak mengganggu kesehatan. Tidak apa-apa donor saat puasa, tetapi lebih baik setelah berbuka puasa atau setelah shalat tarawih," ujarnya.

Warga Perumahan Bumi Yuangga di Kelurahan Triwung Lor, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, yang disebut Kampung Donor Darah, menggelar donor darah usai shalat tarawih di masjid setempat untuk membantu PMI Kota Probolinggo menjaga persediaan darah selama bulan puasa. Koordinator Kampung Dora Agus Junantoro mengatakan kegiatan donor darah di kampung tersebut sudah dilaksanakan sejak 2017. Dalam setahun kampung itu lima kali menggelar acara donor darah rutin dan dua kali acara donor darah yang dilaksanakan secara kondisional.

"Jumlah warga yang bisa mendonorkan darahnya pun bervariasi dan biasanya yang daftar donor lebih dari 50 orang, namun yang lolos sekitar 40 lebih karena ada pendonor yang tertolak karena HB atau tekanan darah terlalu rendah," katanya.

Baca Juga

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES