Tuesday, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 December 2019

Tuesday, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 December 2019

Nasihat Agar tak Banyak Tertawa

Ahad 12 May 2019 13:26 WIB

Red: Budi Raharjo

Cara Rasulullah SAW tertawa

Cara Rasulullah SAW tertawa

Foto: republika
banyak tertawa itu akan mematikan hati dan memudarkan cahaya wajah (kewibawaan).

REPUBLIKA.CO.ID,

Oleh Muhyiddin

Islam memang tidak melarang orang untuk tertawa. Namun, Syekh Imam Nawawi dalam kitab Nashaihul `Ibad memberikan nasihat agar umat Islam tidak terlalu banyak tertawa. Karena, banyak tertawa hanya akan menghilangkan kewibawaan.

Syekh Imam Nawawi mengutip pesan yang disampaikan Umar bin Khattab yang berbu nyi, Siapa yang banyak tertawa maka akan berkurang kewibaannya. Dengan demikian, orang-orang tidak akan segan pada orang yang banyak tertawa dan tidak pula memuliakannya.

Sementara itu, Abu Dzar menyampaikan sebuah hadis yang menyatakan bahwa Rasululah pernah bersabda, Jauhilah olehmu banyak tertawa karena banyak tertawa itu akan mematikan hati dan memudarkan cahaya wajah (kewibawaan). (HR al-Baihaqi).

Selain itu, Syekh Nawawi juga memberikan nasihat agar umat Islam menghindari banyak bercanda. Beliau kemudian mengutip sebuah hadis Rasulullah, Bercanda itu merupakan rayuan setan dan tipu muslihat hawa nafsu.

Pesan Syekh Nawawi tersebut mengingatkan agar masyarakat di era digital ini tidak bercanda yang berlebihan, ter- masuk di media sosial dan televisi. Apalagi, bercanda dengan menyinggung masalah agama.

Telah banyak kasus candaan yang justru membawa permusuhan dan melahirkan kebencian. Karena itu, kasus-kasus tersebut sudah sepatutnya dijadikan ibrah atau pelajaran buat umat Islam agar lebih berhati-hati dalam bercanda.

Syekh Nawawi menjelaskan, Umar bin Abdul Azis juga pernah berpesan agar umat Islam tidak banyak bercanda. Hindarilah banyak bercanda karena itu merupakan kebodohan yang dapat menyebabkan dendam. (ed: erdy nasrul)

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA