Friday, 4 Rajab 1441 / 28 February 2020

Friday, 4 Rajab 1441 / 28 February 2020

Dompet Dhuafa Bantu Pendidikan dan Air Bersih untuk Palu

Senin 06 May 2019 21:30 WIB

Rep: Fuji E Permana/ Red: Gita Amanda

Dompet Dhuafa membangun masjid darurat untuk pengungsi korban gempa bumi, likuifaksi dan tsunami di Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Dompet Dhuafa membangun masjid darurat untuk pengungsi korban gempa bumi, likuifaksi dan tsunami di Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Foto: Dok Dompet Dhuafa
Dompet Dhuafa-OVO menghadirkan program pemanen air hujan dan pendampingan pendidikan.

REPUBLIKA.CO.ID, PALU -- Dompet Dhuafa bersama OVO menginisiasi hadirnya program air bersih dan pengembangan pendidikan di Kota Palu, Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah pada Mei 2019. Program tersebut di antaranya program Water for Life: Pemanen Air Hujan (PAH) dan program pendampingan pendidikan Palu.

"Kami di sini menghadirkan program pemanen air hujan dan program pendampingan pendidikan di Palu pascagempa, dua sektor yang paling krusial itu tentu harus segera diatasi," kata Ketua Cabang Dompet Dhuafa Sulawesi Tengah, Citrawan Kisman Djiho kepada Republika.co.id, Senin (6/5).

Citrawan berharap dengan hadirnya dua program tersebut bisa menggerakkan warga Kota Palu dan sekitarnya. Supaya mereka bisa lebih cepat bangkit dalam segala aspek.

Ia menyampaikan, wilayah Palu, Sigi dan Donggala mengalami kelangkaan air bersih setelah bencana gempa bumi, likuifaksi dan tsunami. Seperti warga di Desa Rogo, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi terpaksa menggunakan air tanah yang keruh untuk dikonsumsi.

Maka mereka diberi bantuan lewat program pemanen air hujan, yaitu sebuah instalasi alat filteriasi air bersih. Ketika hujan datang maka alat pemanen air hujan akan mengumpulkan air untuk disaring dengan lima tahap filterisasi.

"Namun ketika tidak ada hujan, warga pun juga bisa menggunakan air gunung untuk bisa di saring, wilayah seperti Desa Rogo di Kabupaten Sigi kini tidak lagi harus mengkonsumsi air keruh," ujarnya.

Dompet Dhuafa dan OVO juga membuat program pendampingan pendidikan Palu. Mereka membangun beberapa kelas sementara dan sekolah permanen di Palu. Dengan Semangat #jangantakutberbagi, Dompet Dhuafa juga menempatkan 19 guru relawan di 18 sekolah di berbagai wilayah di Palu, Sigi dan Donggala.

"Kehadiran guru relawan yang memberikan metode belajar yang unik juga membuat anak-anak belajar dengan semangat," ujarnya.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA