Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

Bersama Gempita, Bupati Garut Canangkan Sentra Bawang putih

Jumat 10 May 2019 22:02 WIB

Red: EH Ismail

Bupati Garut mencanangkan daerahnya sebagai sentra bawang putih

Bupati Garut mencanangkan daerahnya sebagai sentra bawang putih

Foto: Humas Kementan
Pencanangan Garut sebagai sentra bawang putih telah memotivasi kaum muda bertani.

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT — Pemerintah Kabupaten Garut bersama Gerakan Pemuda Tani Indonesia (Gempita) mencanangkan sentra produksi bawang putih. Pencanangan ini adalah bagian dari gerakan sistemik pemerintahan Garut untuk mengangkat perekonomian masyarakat. 

Bupati Garut H Rudy Gunawan mengatakan, target swasembada bawang putih oleh Kementerian Pertanian (Kementan) sangat menguntungkan. Hal ini membangkitkan kembali kejayaan bawang putih di Kabupaten Garut. 

“Kabupaten ini insya Allah akan menjadi sentra bawang putih,” ujarnya saat memberi sambutan dalam acara tanam perdana budidaya bawang putih kerjasama PT Aghra Putra Semesta dengan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Maqbul Tani, di Desa Cigadog, Kecamatan Sucinaraja, kabupaten Garut, Jumat (10/5).

Komoditas bawang putih terbukti punya nilai tambah sangat tinggi bagi petani. Dengan potensi panen 6 hingga 7 ton maka petani dinilainya bisa memperoleh hasil senilai mobil avanza.

Selama ini, komoditas yang ditanam petani memang laku di pasaran tapi sayangnya keuntungannya masih minim. Malah terkadang rugi akibat tambahan biaya transportasi yang cukup tinggi. 

"Dorongan Kementan melalui program kemitraan pengusaha dan petani menanam bawang putih ini maka kami pemerintah Garut yakin dalam waktu singkat pendapatan perkapita keluarga petani akan meningkat signifikan. Berkah kepemimpinan Jokowi bersama Mentan Amran Sulaiman jangan sampai disia-siakan masyarakat garut," katanya.

photo
Pedagang membersihkan bawang putih di salah satu pasar tradisional di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (2/5/2019).

Peluang pemasaran bawang putih di Indonesia sangat bagus. Karena kebutuhannya se Indonesia baru terpenuhi 14 persen petani lokal. Sisanya impor. Mengingat peluang ekonomi yang sangat besar ini didukung ribuan hektar lahan tersedia, Rudy bersama jajaranya memimpin langsung gerakan bersama pemuda menjadikan Garut sebagai sentra produksi bawang putih nasional.

”Jadi peluang ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh petani–petani yang ada di kabupaten Garut, saat ini petani-petani di kecamatan wilayah Garut sudah mulai banyak yang menanam Bawang Putih, Cikajang, Cisurupan, Cilawu dan sekarang di Sucinaraja," ungkapnya.

 

Program kemitraan yang didorong oleh Kementan ini bisa dimanfaatkan oleh pemuda yang tergabung di GEMPITA bersama petani. Gerakan GEMPITA menjadi jawaban kongkrit kementan mengatasi krisis petani sekaligus merevitallisasi potensi lahan pertanian sebagai sumber utama pendapatan masyarakat Garut.

”Mudah-mudahan ke depan kerjasama ini terus ditingkatkan guna kesejahteraan petani–petani yang ada di Garut," harapnya.

Koordinator Nasional Gempita, Muhammad Riyadha mengapresiasi dukungan Bupati Garut. Menurutnya, Gempita yang dicanangkan Kementan bermanfaat untuk mendorong regenerasi petani di kabupaten Garut sehingga berjalan dengan keberpihakan dan dukungan penuh dari pemerintah daerah.

"Melalui Gempita Kementan, kaum milenial menjadi aktor utama mewujudkan korporasi petani, dengan energi dan inovasi kaum muda di sektor pertanian yang akan mempercepat program kesejahteraan pemerintah pusat dan daerah," jelasnya.

photo
Pedagang membawa karung yang berisi bawang putih saat operasi pasar di Pasar Kosambi, Kota Bandung, Jumat (10/5)

Pencanangan Garut sebagai sentra produksi bawang putih melalui KUB petani milenial ini menjadi contoh bahwa kaum muda Garut memiliki kesadaran tinggi terhadap potensi ekonomi lahannya. Kelompok usaha Bersama atau disingkat KUB merupakan bukti perhatian pemerintah mensejahterahkan kaum muda, kelembagaan gempita mendorong regenerasi petani di setiap desa. 

"Ini kelembagaan taninya kaum muda untuk berinovasi dan berkompetisi mewujudkan industrialisasi desa sebagai pusat perekonomian nasional," tandas Riyadha, pria asal Sulawesi Selatan.

Sementara itu, Ketua KUB Maqbul Tani, Mugni menjelaskan, melihat potensi pemasaran kebutuhan Bawang Putih yang terbuka lebar mengingat kebutuhan Bawang Putih di Indonesia masih besar.

”Cigadog merupakan petani bawang putih sejak dulu sebelum musibah Gunung Galunggung meletus tahun 1982, kini sebagai petani muda kami akan kembali mengiatkan para petani Bawang Putih, dan menjadi pemasok bagi kebutuhan Bawang Putih di Indonesia," ujar Mugni.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA