Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Program BBM Satu Harga akan Diteruskan Hingga 2024

Jumat 10 May 2019 17:36 WIB

Red: Nur Aini

Wartawan melihat layar lokasi penyaluran BBM satu harga on progress PT Pertamina 2017 saat keteranga pers di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (3/11).

Wartawan melihat layar lokasi penyaluran BBM satu harga on progress PT Pertamina 2017 saat keteranga pers di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (3/11).

Foto: Yasin Habibi/ Republika
Saat ini sudah ada 132 lembaga penyalur BBM Satu Harga di wilayah 3 T.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan program penjualan bbm satu harga akan diteruskan sampai 2024.

Baca Juga

Jonan bersama Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati, meresmikan Lembaga Penyalur Bahan Bakar Minyak Satu Harga di Kecamatan Poco Ranaka, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (10/5).

Secara nasional, peresmian itu adalah peresmian ke-132 beroperasinya lembaga penyalur BBM Satu Harga di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar) Indonesia, kata Jonan dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Jumat. Untuk Provinsi NTT, itu merupakan penyalur BBM Satu Harga ke-8 yang telah dibangun oleh Pemerintah. Sebelumnya, dua penyalur telah dibangun tahun 2017 dan lima penyalur pada 2018.

Selanjutnya, Pemerintah juga akan membangun lagi 8 penyalur BBM Satu Harga di NTT yang tersebar di Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao; Kecamatan Kodi Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya; Kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende; Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata; Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata; Kecamatan Alor Timur Laut, Kabupaten Alor; Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat; dan Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai.

Jonan menegaskan bahwa program bbm Satu Harga akan berlanjut hingga 2024 mendatang. Pemerintah daerah dipersilahkan untuk mengusulkan wilayah yang perlu dibangun lembaga penyalur BBM.

Pemilihan wilayah tersebut tentunya memperhatikan kriteria bahwa daerah itu merupakan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar di Indonesia.

"BBM Satu harga ini setelah 2019 bagaimana, terus nggak? Akan terus dibangun sampai 2024. Kalau mau seluruh kota lengkap, jumlahnya ada 500. Jadi tambah lagi 330 kecamatan sampai tahun 2024."

"Tahun ini ada delapan Lembaga Penyalur yang dibangun di NTT. Mohon kalo Bapak berkenan kami duduk dengan Pertamina dan BPH Migas untuk melakukan pemetaan. Kalau sekiranya bapak berkenan pemerintah provinsi usul inginnya (dibangun) di mana," kata Jonan.

Dengan beroperasinya lembaga penyalur BBM Satu Harga di wilayah ini diharapkan perekonomian masyarakat meningkat seiring turunnya harga sembako. "Mengingat sebelumnya masyarakat di wilayah Poco Ranaka harus membeli BBM dengan harga hingga Rp 15 ribu per liter," ungkap Jonan.

Sebagai informasi, dari 2017 hingga 2019 akan dibangun 170 Penyalur BBM Satu harga. Pada Tahun 2017 telah terbangun 57 Penyalur, dengan rincian 54 Penyalur oleh PT. Pertamina (Persero) dan 3 Penyalur oleh PT. AKR Corporindo, Tbk. Sementara, pada 2018 telah dibangun 74 lembaga penyalur, dengan rincian 68 penyalur oleh PT Pertamina (Persero) dan enam penyalur oleh PT AKR Corporindo, Tbk.

Untuk 2019, akan dibangun 39 Lembaga Penyalur BBM Satu Harga, di mana 38 Lembaga Penyalur oleh PT Pertamina (Persero) dan 1 Lembaga Penyalur oleh PT AKR Corporindo Tbk.

"Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Pusat bersama dengan pemerintah daerah setempat serta PT Pertamina, PT AKR dan BPH Migas telah berkoordinasi dalam menetapkan titik lokasi penyaluran BBM satu Harga ini," kata Jonan.

Saat ini, lima penyalur PT Pertamina (Persero) telah uji operasi. Dengan demikian sampai dengan saat ini secara keseluruhan telah beroperasi Penyalur BBM 1 Harga sebanyak 136 Penyalur.

"Untuk tahun 2019 akan dibangun 39 Penyalur, dimana 5 penyalur sudah beroperasi yang salah satunya adalah SPBU Poco Ranaka ini," kata Jonan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA