Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

BI: Defisit Neraca Transaksi Berjalan Membaik

Jumat 10 May 2019 16:53 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Friska Yolanda

Bank Indonesia

Bank Indonesia

Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Penurunan CAD terutama karena peningkatan surplus neraca perdagangan barang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Indonesia (BI) menyebut defisit neraca transaksi berjalan (CAD) pada kuartal I 2019 membaik. CAD kuartal I 2019 tercatat sebesar 7,0 miliar dolar AS atau 2,6 persen dari pendapatan domestik bruto (PDB), turun dari 9,2 miliar dolar AS atau 3,6 persen pada kuartal sebelumnya.

Dilansir siaran pers BI, Jumat (10/5), pencapaian tersebut dinilai dapat menopang ketahanan sektor eksternal perekonomian Indonesia. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko mengatakan, penurunan CAD terutama karena peningkatan surplus neraca perdagangan barang.

Surplus neraca perdagangan untuk nonmigas tercatat meningkat dan terjadi perbaikan defisit neraca perdagangan migas. Hal ini dipengaruhi lebih karena penurunan impor dibandingkan penurunan ekspor.

"Ini sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk melakukan pengendalian impor beberapa komoditas tertentu yang diterapkan sejak akhir 2018," katanya.

Sementara itu, defisit neraca jasa mengalami peningkatan, terutama disebabkan oleh penurunan surplus jasa perjalanan (travel). Ini seiring dengan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara yang menurun karena pola musimannya.

Impor jasa pengangkutan barang juga terpantau menurun. Transaksi modal dan finansial pada kuartal I 2019 mencatat surplus yang cukup tinggi, mencerminkan optimisme investor terhadap prospek perekonomian domestik. 

Menurut data BI, surplus transaksi modal dan finansial pada kuartal I 2019 tercatat sebesar 10,1 miliar dolar AS. Surplus terutama ditopang oleh aliran masuk investasi langsung yang cukup tinggi. 

"Hal tersebut mencerminkan persepsi positif investor terhadap perekonomian Indonesia," kata dia.

Selain itu, berkurangnya risiko ketidakpastian di pasar keuangan global turut menjadi faktor pendorong aliran masuk modal asing dalam bentuk investasi langsung dan investasi portofolio. Surplus transaksi modal dan finansial pada kuartal I 2019 tercatat lebih rendah dibandingkan dengan surplus pada triwulan sebelumnya, sejalan dengan adanya pembayaran obligasi global pemerintah yang jatuh tempo.

Secara keseluruhan, Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal I 2019 mencatat surplus. Seiring dengan defisit transaksi berjalan yang membaik dan surplus transaksi modal dan finansial yang cukup tinggi. 

Surplus NPI pada triwulan I 2019 tercatat sebesar 2,4 miliar dolar AS. Dengan perkembangan tersebut, posisi cadangan devisa pada akhir Maret 2019 menjadi sebesar 124,5 miliar dolar AS. 

Jumlah cadangan devisa ini setara dengan pembiayaan 6,8 bulan impor dan utang luar negeri pemerintah. Serta, berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Ke depan, kinerja NPI diprakirakan membaik dan dapat terus menopang ketahanan sektor eksternal. Pemerintah menargetkan defisit transaksi berjalan sehingga menurun menuju kisaran 2,5 persen dari PDB pada 2019. Lida Puspaningtyas

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA