Senin, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Senin, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

IPO Uber Jadi yang Terbesar di Dunia Teknologi

Sabtu 11 Mei 2019 00:17 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Friska Yolanda

Perusahaan jasa transportasi Uber

Perusahaan jasa transportasi Uber

Foto: AP Photo/Patrick Semansky
Uber tawarkan 180 juta saham biasa.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Uber mencari valuasi 82,4 miliar dolar AS dalam pencatatan saham perdana (IPO) Jumat (10/5), menjadikannya salah satu IPO terbesar sepanjang masa. IPO Uber juga menjadi salah satu daftar pasar saham yang paling ditunggu-tunggu di dunia teknologi sejak Facebook pada tujuh tahun lalu.

Uber memberi harga IPO pada 45 dolar AS per saham. Dengan harga tersebut, perusahaan akan divaluasi secara non-dilusi sekitar 75,46 miliar dolar AS. Pada basis yang sepenuhnya terdilusi, Uber memiliki valuasi pasar tersirat sebesar 82,4 miliar dolar AS.

Laporan awal menunjukkan Uber sedang mencari valuasi hingga 120 miliar dolar AS. Kisaran yang diharapkan adalah antara 44 dan 50 dolar AS per saham, menurut pengajuan bulan lalu.

Perusahaan ini menawarkan 180 juta saham biasa, yang berarti dapat meningkatkan sekitar 8,1 miliar dolar AS pada Jumat (10/5), dengan opsi bagi penjamin emisi untuk membeli 27 juta saham tambahan, dilansir di CNBC, Jumat (10/5).

Sebagai perintis transportasi daring, Uber menjadikan transportasi berdasarkan permintaan sebagai norma baru di seluruh dunia, sambil mengumpulkan kerugian besar dan kontroversi di sepanjang jalan. Pada 2018, pendapatan Uber mencapai 11,3 miliar dolar AS, naik 43 persen dari 2017. Perseroan melaporkan kerugian yang disesuaikan sebesar 1,8 miliar dolar AS, peningkatan atas kerugian sebesar 2,6 miliar dolar AS pada tahun 2017, menurut pengajuan IPO-nya. Perusahaan tidak pernah menghasilkan untung.

Untuk menutupi kerugian ini dan mendanai ekspansi yang cepat, perusahaan mengumpulkan lebih dari 24 miliar dolar AS dari berbagai investor sejak didirikan satu dekade lalu, menurut Crunchbase. Investor telah memasukkan perusahaan VC tradisional seperti Benchmark, dan perusahaan dengan minat dalam transportasi seperti Alphabet dan Toyota. Pemegang saham terbesarnya adalah konglomerat teknologi Jepang, SoftBank, yang menginvestasikan lebih dari 8 miliar dolar AS melalui Vision Fund dan memiliki 16,3 persen saham perusahaan sebelum IPO.

Mobilitas pribadi tetap menjadi bisnis inti Uber. Layanan transportasi daringnya mencapai 63 negara dan lebih dari 700 kota. Namun, ambisi dan aliran pendapatannya telah terdiversifikasi menjadi penyewaan sepeda dan skuter, pengiriman makanan, dan pengiriman barang. Uber juga mengembangkan taksi udara dan teknologi mobil tanpa pengemudi.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA