Tuesday, 3 Jumadil Akhir 1441 / 28 January 2020

Tuesday, 3 Jumadil Akhir 1441 / 28 January 2020

Harga Bawang Putih Diperkirakan Turun Setelah Ada Impor

Kamis 09 May 2019 19:17 WIB

Red: Nur Aini

Pedagang memilah bawang putih impor di pasar tradisional. ilustrasi (prayogi/Republika).

Pedagang memilah bawang putih impor di pasar tradisional. ilustrasi (prayogi/Republika).

Foto: Republika/Prayogi
Harga bawang putih di Kulon Progo diprediksi turun pada akhir Mei 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, KULON PROGO -- Dinas Perdagangan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, memperkirakan harga bawang putih di tingkat pedagang pasar rakyat mengalami penurunan pada akhir Mei 2019 seiring dengan tibanya produk impor.

Baca Juga

Pelaksana tugas kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kulon Progo Eko Wisnu Wardhana mengatakan berdasarkan rapat koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY diperoleh informasi bahwa bawang putih impor masih didatangkan dari Cina yang diperkirakan masuk Indonesia sekitar 10 hari ke depan.

"Semoga harga bawang putih dapat kembali normal, setidaknya pada Minggu ke-empat Mei karena dalam proses impor masih dibutuhkan waktu untuk bongkar muat di pelabuhan dan pendistribusian ke daerah-daerah," kata Eko Wisnu di Kulon Progo, Kamis (9/5).

Saat ini, menurut dia, harga bawang merah masih terkendali pada kisaran Rp 30 ribu per kilogram. Namun, kenaikan cukup tinggi dialami bawang putih. Pantauan di lapangan, harga bawang putih jenis kating pada Senin (6/5) sebesar Rp 57 ribu per kilogram.

Tren naiknya harga bawang putih telah dimulai sejak pertengahan Februari 2019, dengan harga pada waktu itu tercatat sebesar Rp 30 ribu per kilogram.

"Untuk menjaga agar harga tidak menjadi liar terkendali, Pemkab DIY bersama Bulog Divre DIY berencana menggelar operasi pasar. Untuk mekanisme dan komoditi yang akan dijual masih akan dirapatkan dengan Disperindag DIY," katanya.

Eko Wisnu mengatakan kenaikan harga bahan pokok selama Ramadhan dan menjelang Idul Fitri 1440 Hijriah tetap akan terjadi pada beberapa komoditas. Hal tersebut dikarenakan pada momen Ramadhan tingkat konsumsi masyarakat cenderung meningkat, bila dibandingkan dengan pasokan yang terbatas, yang dapat berdampak pada naiknya harga kebutuhan.

Namun, harga beras diperkirakan masih terkendali rata-rata pada kisaran Rp 9.000 per kilogram untuk beras medium.

"Beberapa wilayah di Kulon Progo saat ini tengah memasuki musim panen, seperti Kecamatan Lendah dan Galur, sehingga dapat menekan kenaikan harga beras," katanya.

Harga gula pasir masih stabil dengan harga rata-rata Rp 11.600 per kilogram. "Harga gula pasir pada awal Mei sedikit tertekan karena meningkatnya kebutuhan masyarakat," katanya.

Selanjutnya, harga daging ayam broiler berdasarkan pemantauan Dinas Perdagangan, berkisar Rp 32 ribu per kilogram. Harga tersebut masih cukup stabil naik Rp 2.000 per kilogram dari pada April sebesar Rp 28 ribu per kilogram.

Menurut Eko Wisnu, mengelola ekspektasi masyarakat sangat diperlukan untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok. "Kami mengimbau masyarakat membeli barang sesuai kebutuhan, sehingga tidak terjadi pengurangan berlebihan saat Ramadhan," ujarnya.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA