Minggu, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 Desember 2019

Minggu, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 Desember 2019

30 Ton Bawang Putih Tiba di Padang untuk Operasi Pasar

Jumat 10 Mei 2019 17:35 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Bawang putih impor untuk operasi pasar. (Ilustrasi)

Bawang putih impor untuk operasi pasar. (Ilustrasi)

Foto: Abdan Syakura
Kementerian Pertanian gelar operasi pasar bawang putih di Pasar Raya Padang, Sumbar.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Sebanyak 30 ton bawang putih impor tiba di Pasar Raya Padang, Sumatra Barat pada Jumat. Stok bawang putih impor itu dimanfaatkan untuk operasi pasar yang digelar Kementerian Pertanian.

"Bawang putih dijual per karung Rp 490 ribu dengan berat 20 kilogram kepada distributor dan agen," kata Kepala Badang Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi di Padang.

Agung menjelaskan, operasi pasar bawang putih merupakan program pemerintah untuk menstabilkan harga. Mekanismenya, bawang putih dijual kepada agen kemudian dari agen disalurkan kepada pedagang eceran di pasar untuk kemudian dijual kepada konsumen.

Menurut Agung, pemerintah sudah menerbitkan izin untuk impor bawang putih sebanyak 115 ribu ton untuk seluruh Indonesia. Ia berharap dengan adanya operasi pasar bisa menekan harga bawang putih di Padang dengan harga maksimal Rp35 ribu per kilogram untuk tingkat eceran.

Agung mengatakan, sebelumnya juga sudah masuk tujuh ton bawang putih dari Belawan Medan. Seluruh importir bawang putih tersebut juga dikenakan kewajiban menanam lima persen.

Baca Juga

"Misalnya, kalau impor 100 ton maka harus tanam lima ton," ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menyampaikan pihaknya akan mendorong petani untuk mengoptimalkan budi daya bawang putih karena Sumbar merupakan salah satu daerah penghasil.

"Dalam setahun produksi mencapai 6.000 ton sementara kebutuhan cuma 5.500 ton," kata dia.

Pada hari pertama Ramadhan, harga bawang putih sempat menyentuh Rp 100 ribu per kilogram di Pasar Raya Padang. Normalnya, bawang putih dijual sekitar Rp 35 ribu per kilogram. Berdasarkan penelusuran dari sejumlah pedagang, kenaikan karena harga dari distributor juga naik sehingga penjual juga menaikan harga pada tingkat konsumen.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA