Tradisi Buka Puasa di Masjid Nabawi

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Hasanul Rizqa

 Jumat 10 May 2019 13:47 WIB

(Ilustrasi) Umat Islam menanti waktu berbuka puasa dengan takjil yang dibagikan warga Madinah di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi, Selasa (7/5/2019). Foto: Antara/Aji Styawan (Ilustrasi) Umat Islam menanti waktu berbuka puasa dengan takjil yang dibagikan warga Madinah di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi, Selasa (7/5/2019).

Tradisi menyediakan sajian buka puasa di Masjid Nabawi mencerminkan persatuan umat

REPUBLIKA.CO.ID, MADINAH -- Setelah berpuasa sepanjang hari bulan Ramadhan, para pengunjung Masjid Nabawi menanti sore hari. Mereka duduk-duduk atau beribadah di dalam tempat suci itu. Sementara itu, hidangan berbuka puasa disajikan para petugas. Adanya takjil itu menandakan keramahtamahan masyarakat Madinah dan pemerintah Kerajan Arab Saudi.

Baca Juga

Layanan berbuka puasa bersama ini menjadi bagian rutinitas Ramadhan di Masjid Nabawi. Momen ini dinilai dapat menyatukan umat Islam dari berbagai negara. Mereka semua berkumpul, duduk dengan tertib, sembari menikmati hidangan yang ada kala azan maghrib berkumandang.

Makanan Iftar yang disajikan bagi mereka bermacam-macam. Di antaranya adalah sajian hangat, seperti nasi dan daging. Kemudian, ada buah, sebotol jus, kurma, yogurt, kopi, dan air.

Direktur hubungan masyarakat di Badan Presidensi Umum untuk Urusan Masjid Nabawi, Jamaan Al-Asiri, mengatakan bahwa staf masjid bekerja keras untuk mempersiapkan dan menyusun area makan dan membantu penyedia makanan. Setelah shalat Ashar, makanan untuk berbuka puasa dibawa ke masjid melalui pintu-pintu yang ditentukan.

"Masuknya makanan diawasi oleh pengawas di pintu-pintu masjid. Setelah meletakkan lembaran plastik di dalam masjid, makanan diatur sampai saatnya untuk shalat Maghrib," kata Al-Asiri, dilansir Arab News, Jumat (10/5).

Setelah jamaah dan pengunjung menikmati hidangan Iftar, Al-Asiri mengatakan semua lembaran plastik dan sisa-sisa makanan itu segera dibersihkan dengan cepat dan secara teratur. Hal ini dilakukan dalam kerja sama antara para pekerja, penyelia dan penyedia makanan. Pembersihan makanan Iftar ini dilakukan sebelum shalat Maghrib dilakukan.

"Operasi pembersihan dilakukan setelah berbuka puasa dan sebelum shalat Maghrib," tambahnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X