Saturday, 20 Rabiul Akhir 1442 / 05 December 2020

Saturday, 20 Rabiul Akhir 1442 / 05 December 2020

Di Balik Sukses Revolusi Hijau

Jumat 10 May 2019 11:21 WIB

Red: Agung Sasongko

Ilmuwan Muslim berhasil memberikan penemuan yang sangat bermanfaat bagi kehidupan penerus saat ini.

Ilmuwan Muslim berhasil memberikan penemuan yang sangat bermanfaat bagi kehidupan penerus saat ini.

Foto: Photobucket.com/ca
Pada abad ke-9 M, ad-Dinawari telah menemukan ilmu tumbuhan-tumbuhan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Salah seorang insinyur Muslim yang menjadi otak di balik kesuksesan revolusi hijau itu adalah ad-Dinawari (828-896 M). Dia telah menulis sebuah buku botani yang sangat menakjubkan pada abad ke-9 Masehi yang berjudul Kitab al-Nabat (Buku Tumbuh-tumbuhan). Dalam kitabnya itu, ad-Dinawari mampu menjelaskan sekitar 637 jenis tanaman.

"Ad-Dinawari pun membahas evolusi tanaman mulai dari kemunculan hingga kematian," ungkap Taufic Fahd. Fase pertumbuhan tanaman, produksi bunga, dan buah pun dikupasnya.

Sosok ad-Dinawari dikenal serbabisa. Pria bernama lengkap Abu Hanifah Ahmad Ibnu Dawud Dinawari ini menguasai beragam ilmu, seperti astronomi, pertanian, metalurgi, geografi, matematika, dan sejarah. Dia terlahir pada 828 M di Kota Dinawar, Iran Barat. Ayahnya bernama Abu Hanifa Ahmad bin Dawud bin Wanand.

Baca Juga

Sejak kecil, ilmuwan Muslim ini sudah menunjukkan minatnya yang tinggi terhadap ilmu pengetahuan. Ia mempelajari beragam ilmu, seperti astronomi, matematika, dan mekanika di Ishafan, Iran. Dia juga tertarik pada ilmu bahasa dan sastra.

Maka, dia pun mantap hijrah ke dua kota penting di Irak pada zaman kejayaan Dinasti Abbasiyah, yakni Kufah dan Basrah, untuk belajar ilmu tadi. Sang ilmuwan Muslim itu meninggal dunia pada 24 Juli 896 M di kota kelahirannya, Dinawar. Nama ad-Dinawari pun diambil dari kota tempat kelahiran dan kematiannya.

Pada abad ke-9 M, ad-Dinawari telah menemukan ilmu tumbuhan-tumbuhan alias botani. Ia menjelaskan botani lewat karyanya Kitab al-Nabat (Buku Tumbuh-Tumbuhan) yang terdiri atas enam volume. Sayangnya, hanya volume ketiga dan kelima yang tersisa.

Dalam bukunya, ia menjelaskan, aneka jenis tanaman yang ditemuinya dari huruf sin sampai ya. Dia juga membahas evolusi tanaman dari tumbuh sampai mati, juga proses produksi buah serta bunga.

Buku itu menjadi sumber utama tentang tanam-tanaman, morfologi tanah, dan ilmu air. Karya fenomenal ini juga menjadi risalah paling lengkap dalam hal nama-nama tanaman.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA