Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

 

Tarawih Pertama Fatima Bascal: Merasa Raih Pencapaian

Kamis 09 May 2019 20:02 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Nashih Nashrullah

Ilustrasi Ramadhan

Ilustrasi Ramadhan

Foto: Pixabay
Tarawih pertama Fatima Bascal dilakukan di Dubai.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ramadhan tahun ini begitu spesial bagi seorang mualaf asal Filipina, Fatima Bascal yang sudah setahun lebih berada di Uni Emirat Arab.

Baca Juga

Kendati telah satu setengah tahun memeluk Islam, namun tahun ini merupakan pertama kalinya bagi Fatima Bascal mempunyai kesempatan  melaksanakan tarawih. Hal itu dikarenakan pada Ramadhan tahun lalu dirinya harus bekerja di malam hari. 

“Ramadhan tahun lalu, saya shift malam di tempat kerja sehingga sulit bagi saya, saya tak punya banyak dukungan seperti saat ini, setelah bergabung dengan pusat Islam di Dubai,” kata Fatima seperti dilansir Khaleej Times pada Kamis (9/5).   

Fatima pun menceritakan tentang hari pertamanya pergi ke masjid untuk shalat tarawih. Dia merasa seolah-olah Tuhan menuntunnya. Setibanya di masjid, Fatima memperoleh bimbingan melaksanakan shalat tarawih.

Fatima pun menceritakan bahwa dirinya pertama kali melaksanakan shalat tarawih. Dia merasa bahagia dan bersyukur karena dapat melaksanakan shalat tarawih. 

“Meski secara teoritis saya tahu bagaimana cara shalat, saya membutuhkan seseorang untuk secara praktis menunjukkan aturannya. Itu memberi saya rasa pencapaian. Saya berjalan keluar dari masjid dengan perasaan bahagia dan ringan. Saya hanya bisa tersenyum kepada diri saya sendiri dan berterima kasih kepada Tuhan bahwa dia mengajari saya bagaimana berdoa sendiri,” katanya. 

Bagi Fatima tinggal di UAE merupakan sebuah berkah. Dia merasakan toleransi, kedamaian, dan persatuan. Bahkan teman sekamarnya pun mendukung dan menghormatinya saat berpuasa dengan tidak makan di hadapannya. 

Beberapa bahkan turut melaksanakan puasa. “Saya satu-satunya Muslim yang berpuasa di apartemen saya, namun teman sekamar saya tidak makan sampai saya buka puasa. Kita semua duduk bersama di malam hari dan menunggu azan Maghrib,” katanya. 

Keluarga Fatima beragama Kristen dan menetap di Filipina. Keluarganya kerap menghubunginya untuk menanyakan apakah dia dapat berpuasa dengan nyaman. “Keluarga saya telah menerima agama baru saya dan memberi saya kebebasan untuk berlatih secara bebas,” katanya. 

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES