Rabu, 17 Safar 1441 / 16 Oktober 2019

Rabu, 17 Safar 1441 / 16 Oktober 2019

Ini Upaya Pemerintah untuk Stabilkan Harga Pangan

Kamis 09 Mei 2019 18:49 WIB

Rep: Imas Damayanti/ Red: Nidia Zuraya

Sayur mayur. Ilustrasi

Sayur mayur. Ilustrasi

Foto: Republika/Prayogi
Pemerintah berharap harga pangan bisa stabil hingga Lebaran nanti

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus melakukan koordinasi lintas lembaga dan kementerian guna menjaga stabilitas harga pangan di Ramadhan dan Lebaran nanti di pasaran. Sejak (20/4) kemarin, pemerintah bersama satuan tugas (Satgas) Pangan melakukan koordinasi pengamanan suplai dan harga pangan di 34 provinsi.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Kemendag Tjahya Widayanti mengatakan, guna memastikan suplai dan harga pangan stabil, pihaknya telah melakukan pengecekan stok di seluruh gudang Bulog dan juga gudang-gudang distributor di seluruh wilayah Indonesia.

“Sudah kita cek, pasokan pangannya aman. Jadi kita harapkan, harga bahan pokok bisa stabil di Ramadhan dan Lebaran nanti,” kata Tjahya saat dihubungi Republika, Kamis (9/5).

Dia mengakui, beberapa harga komoditas pangan mengalami kenaikan seperti bawang putih, bawang merah, dan cabai. Namun, kata dia, kenaikan tersebut tidak  secara merata di seluruh Indonesia.

Di beberapa pasar, menurut Tjahya, harga beberapa komoditas tersebut banyak yang stabil juga. Menurutnya, sepanjang Ramadhan nanti dia berharap tidak ada fluktuasi harga di pasaran. 

Tjahya menjelaskan, antisipasi terhadap stabilitas harga dan suplai pangan di pasaran secara garis besar sudah dikoordinasikan dalam Rapat Koordinasi Hari Besar Keagamaan, di Bandung, beberapa waktu lalu. Dalam rapat tersebut, pemerintah menjamin pasokan dan harga serta akan menindaklanjuti apabila terjadi praktik kecurangan di jalur suplai perdagangan.

“Kami sudah turun langsung ke lapangan, kalau ada informasi mengenai praktik di jalur suplai perdagangan, nanti infokan saja ke Satgas Pangan supaya ditindaklanjuti,” kata dia.


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA