Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Zat Aktif Sayuran Bisa Dipakai untuk Saring Limbah Industri

Kamis 09 May 2019 12:20 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Dwi Murdaningsih

Tim peneliti dosen dan mahasiswa Universitas Jenderal Ahmad Yani (Unjani),  Cimahi berhasil membuat produk lapisan penyaring (membran filtrasi) limbah  industri berbahan ramah lingkungan. Bahan yang dikembangkan diantaranya  yaitu sayur busuk seperti terong, kentang dan pisang.

Tim peneliti dosen dan mahasiswa Universitas Jenderal Ahmad Yani (Unjani), Cimahi berhasil membuat produk lapisan penyaring (membran filtrasi) limbah industri berbahan ramah lingkungan. Bahan yang dikembangkan diantaranya yaitu sayur busuk seperti terong, kentang dan pisang.

Foto: republika/m fauzi ridwan
Membran dari cangkang udang ditambah enzim kentang, sering bisa menyaring limbah.

REPUBLIKA.CO.ID, CIMAHI -- Tim peneliti dosen dan mahasiswa Universitas Jenderal Ahmad Yani (Unjani), Cimahi berhasil membuat produk lapisan penyaring (membran filtrasi) limbah industri berbahan ramah lingkungan. Bahan yang dikembangkan diantaranya yaitu sayur busuk seperti terong, kentang dan pisang.

Produk tersebut pernah diujicobakan pada instalasi pembuangan air limbah (IPAL) di Cisirung, Dayeuhkolot. Hasilnya, lapisan penyaring tersebut bisa menyaring limbah industri jenis fenol. Terbaru, tim peneliti tersebut sedang menciptakan membran berbahan cangkang udang.

"Membran (lapisan) disini dari kasa baja (untuk) mengurangi limbah. Ada (ditambah) enzim kentang, terong, pisang dan terbaru membran dari cangkang udang," ujar Mahasiswa Unjani, Septian didampingi Ketua Peneliti, Anceu Murniati yang juga Kepala LPPM Unjani, Kamis (9/5). 

Keberadaan membran tersebut, menurutnya digunakan untuk menurunkan kadar limbah industri yang tercemar oleh fenol. Lebih dari itu, produknya pun bisa menjadi alternatif penggunaan membran penyaring kimia yang tergolong berbiaya mahal dan memiliki efek samping.

"Untuk industri farmasi di Cimahi masih banyak yang belum memenuhi ambang batas (limbah) yang direkomendasikan," ujar dia.

Terlebih produk yang dibuatnya, ia mengungkapkan berasal dari bahan yang ramah lingkungan. "Dari bahan busuk bisa diambil zat aktif dan mendegrarasi toksik (racun)," katanya.

Membran berbahan sayur busuk itu sudah diteliti sejak 2009 dan pernah diujicobakan di industri yang ada di Dayeuhkolot. Saat ini, pengembangan terbarunya yaitu membran penyaring limbah dengan cangkang udang.

"Sejak 2009 hingga sekarang, kami terus mengembangkan produk membran ini. Sempat produk ini juara 1 lomba produk teknologi tepat guna di Cimahi kategori perguruan tinggi," katanya.

Cara kerjanya, Septian mengungkapkan air limbah yang mengalir didalam filtrasi melalui jalur membran, cemaean seperti fenol akan tersangkut. Menurutnya, enzim di dalam sayur busuk yang mengurangi kadar fenol.

Dirinya mengatakan kebanyakan industri menggunakan membran polimer untuk menyaring limbah industri. Meski mudah didapat, namun harganya tergolong mahal. Sementara bahan baku sayuran dan buah-buahan sangat ekonomis dan alami.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA