Monday, 15 Rabiul Akhir 1442 / 30 November 2020

Monday, 15 Rabiul Akhir 1442 / 30 November 2020

Tujuh Ton Bawang Putih Disalurkan ke Pasar Madiun

Rabu 08 May 2019 17:01 WIB

Red: Friska Yolanda

Bawang putih

Bawang putih

Foto: Antara/Yusuf Nugroho
Bawang putih kiriman dari Pemprov Jatim diharapkan dapat menurunkan harga.

REPUBLIKA.CO.ID, MADIUN -- Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun menggelontorkan tujuh ton bawang putih impor di sejumlah titik pasar tradisional setempat. Hal ini dilakukan guna menstabilkan harga komoditas yang melonjak tinggi di pasaran tersebut.

"Sejak dua hari terakhir, tujuh ton bawang putih kiriman dari Pemprov Jatim Surabaya sudah kami sebar ke lapangan," ujar Kepala Dinas Perdagangan Kota Madiun Gaguk Hariyono kepada wartawan saat kegiatan sidak pasar di Pasar Besar Kota Madiun, Rabu (8/5).

Menurut dia, bawang putih tersebut disebar di dua titik pasar tradiosional di Kota Madiun. Titik tersebut ialah di Pasar Besar Kota Madiun dan Pasar Sleko.

Baca Juga

Akibat pasokan bawang putih impor tersebut, harga bawang putih di pasaran Kota Madiun berangsur turun menjadi Rp 30 ribu per kilogram. Sebelumnya, harga bawang putih mencapai Rp 45 ribu hingga Rp 50 ribu per kilogram.

Gaguk menjelaskan, sebulan menjelang bulan puasa, komoditas bawang putih dan bawang merah di Madiun naik secara bertahap akibat stok di pasaran yang menipis. Sedangkan jumlah permintaan konsumen cenderung naik.

"Akibatnya, jumlah barang terbatas di lapangan hingga menyebabkan kenaikan harga. Alhamdulillah dengan pasokan dari Surabaya ini, diperkirakan stok mencukupi hingga lebaran nanti. Kalaupun kurang, nanti akan kami mintakan lagi ke pemprov," kata Gaguk.

Pihaknya bersama tim Satgas Pangan Kota Madiun dan tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Madiun akan terus dan intensif memantau kondisi stok dan pasokan pangan di pasaran Kota Madiun. Terlebih pada momentum puasa dan Lebaran.

"Tidak hanya memantau bawang putih dan bawang merah, komoditas pangan lainnya juga menjadi perhatian. Seperti telur ayam, daging ayam, daging sapi, beras, minyak goreng, dan cabai," kata dia.

Ia menambahkan, untuk harga beras di Kota Madiun terpantau stabil yang jenis medium di ksaran Rp 8.500 hingga Rp9 .500 per kilogram. Sementara komoditas lainnya meski terjadi kenaikan harga akibat tingginya permintaan selama puasa, dinilai masih normal dan dipastikan stoknya aman.

Harga telur ayam ras naik dari kisaran Rp 20 ribu hingga Rp 21 ribu menjadi Rp 23 ribu per kilogram, daging ayam broiler naik dari Rp 30 ribu menjadi Rp 35 ribu per kilogram, daging sapi stabil tinggi di harga Rp 110 ribu per kilogram. Sedangkan, bawang merah turun dari Rp 35 ribu menjadi Rp 30 ribu per kilogram, cabai rawit Rp 25 ribu per kilogram, cabai merah besar turun dari Rp 40 ribu menjadi Rp 37 ribu per kilogram, dan cabai keriting turun dari Rp 27 ribu menjadi Rp 26.000 per kilo. Gula pasir stabil Rp 11.500 per kilogram dan tepung terigu segituga biru Rp 8.000 per kilogram.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA