Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

1.363 Personel Gabungan Disiagakan Kawal Pleno KPU Jabar

Rabu 08 May 2019 15:03 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Muhammad Hafil

Petugas KPU melintas di dekat layar saat rapat pleno terbuka rekapitulasi perolehan suara Pemilu 2019 (Ilustrasi).

Petugas KPU melintas di dekat layar saat rapat pleno terbuka rekapitulasi perolehan suara Pemilu 2019 (Ilustrasi).

Foto: Antara/Nyoman Hendra Wibowo
Pintu utama kantor KPU Jabar ditutup.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG--Rapat pleno rekapitulasi penghitungan pemilihan umum (Pemilu) 2019 di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat dimulai hari ini, Rabu (8/5). Aparat keamanan terlihat menjaga cukup ketat pelaksanaan rapat pleno tersebut. Sedikitnya terdapat 1.363 personil gabungan dari Kepolisian Resort Kota Bandung, anggota kepolisian daerah (Polda) Jabar, dan petugas dari TNI.

Dari gerbang utama Kantor KPU Jawa Barat, aparat kepolisian sudah berjaga mengantisipasi oknum tidak berkepentingan yang ingin menerebos masuk ke dalam pleno. Pintu utama untuk memasuki kantor KPU Jawa Barat (Jabar) pun ditutup rapat dan pihak yang ingin masuk hanya diperbolehkan melewati pintu kecil dari samping.

Begitu juga, di Jalan Laswi, yang merupakan jalan utama menuju KPU Jabar, aparat kepolisian pun telah siap sedia mengantisipasi jika ada aksi atau serangan yang tidak terduga.

"Kami siapkan pengamanan dengan pola ring 1, ring 2, ring 3, ring 4, baik pengamanan terbuka maupun pengamanan tertutup," ujar Kapolres Bandung Kombes Irman Sugema, kepada wartawan di Kantor KPU.

Menurut Irman, hingga istirahat pertama pukul 12.00 WIB, rapat sidang pleno rekapitulasi berjalan lancar, aman, dan kondusif. Untuk menjaga agar tidak ada keributan dari pihak tertentu, KPU telah mengintruksikan kepolisian agar siapapun yang ingin masuk menggunakan atribut yang telah disebar oleh KPU Jabar.

Baca Juga

Selain memperlihatkan tanda pengenal dan atribut, anggota kepolisian pun melakukan pengecekan barang bawaan untuk mengantisipasi oknum yang membawa barang berbahaya seperti senjata tajam. "Jangan sampai barang berbahaya dibawa pada saat pleno berlangsung," katanya. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA