Thursday, 21 Zulhijjah 1440 / 22 August 2019

Thursday, 21 Zulhijjah 1440 / 22 August 2019

 

Polda DIY Minta Kegiatan Sahur on the Road Ditiadakan

Rabu 08 May 2019 07:46 WIB

Red: Ratna Puspita

Sahur on the road

Sahur on the road

Foto: Dok. Republika
Belajar dari pengalaman sahur on the road Ramadhan 2018, satu korban meninggal.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta berharap masyarakat Yogyakarta meniadakan kegiatan pembagian makanan sahur di jalanan secara gratis atau sahur on the road. Peniadaan jika risiko bahayanya lebih besar dari manfaatnya.

"Kalau itu mudaratnya lebih banyak maka bisa dihilangkan, masih banyak hal-hal positif yang berkaitan dengan ibadah selama bulan puasa ini," kata Kepala Bidang Humas Polda DIY AKBP Yulianto di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Selasa (7/5).

Baca Juga

Imbauan tersebut, menurut dia, belajar dari pengalaman sahur on the road di Yogyakarta pada Ramadhan 2018 yang telah mengakibatkan satu korban meninggal dunia setelah mendapatkan luka bacok. "(Jika dihilangkan) saya kira bisa mengurangi hal-hal seperti itu," kata dia.

Ia berpendapat untuk membagikan makanan sahur secara gratis, bisa ditempuh dengan cara yang lebih aman. Cara aman tersebut tidak mengharuskan pergerakan sekelompok orang dari satu tempat ke tempat yang lain di jalanan yang bisa mengundang tindakan kriminal.

"Seyogianya memikirkan keamanan dirinya, keamanan teman-temannya yang lain. Sekali lagi tahun lalu kita ada peristiwa itu yang membawa korban sehingga tahun ini kami harapkan tidak ada," kata dia.

Sementara itu, Yuli mengatakan saat ini jajaran Polda DIY telah menyelenggarakan Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan (KKYD) untuk menjaga kondusivitasbulan Ramadhan. Menjelang akhir bulan puasa, kegiatan akan dilanjutkan dengan Operasi Ketupat Progo yang lebih fokus pada pengamanan arus mudik.

"Minggu ini sudah dilakukan operasi keselamatan. Itu dalam rangka cipta kondisi supaya pengguna jalan lebih tertib," kata dia.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA