Saturday, 20 Rabiul Akhir 1442 / 05 December 2020

Saturday, 20 Rabiul Akhir 1442 / 05 December 2020

Indonesia Perjuangkan Gaza di PBB

Rabu 08 May 2019 06:03 WIB

Red: Elba Damhuri

Bahas Gaza: Delegasi Indonesia dan Mesir bertemu di markas PBB di New York bahas Jalur Gaza.

Pameran foto bertema Menabur Benih Perdamaian (Investing in Peace) di markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat.

Menlu RI akan menemui Sekjen PBB soal Jalur Gaza dan Palestina.

Situasi di zona perbatasan Gaza-Israel telah memanas sejak Maret 2018, tepatnya ketika warga Palestina menggelar aksi bertajuk “Great March of Return” alias “Gerakan Pulang Akbar”. Dalam aksi itu mereka menuntut Israel mengembalikan lahan dan tanah yang didudukinya pasca-Perang 1967 kepada para pengungsi Palestina.

Aksi demonstrasi yang berlangsung di sepanjang perbatasan Gaza-Israel itu direspons secara represif oleh Israel. Sebanyak 189 warga Palestina gugur sepanjang aksi Great March of Return dilaksanakan. Sementara itu, sekitar 6.016 lainnya mengalami luka ringan dan berat.

Pada Jumat (3/5) pagi lalu, aksi itu kembali ditingkahi militer Israel dengan kekerasan dan mengakibatkan empat pengunjuk rasa gugur. Dua prajurit penjaga perbatasan dari Israel kemudian ditembak dan mengalami luka-luka pada hari yang sama. Militer Israel (IDF) lalu melancarkan serangan udara yang menewaskan dua petempur sayap militer Hamas, Brigade al-Qassam, pada Jumat malam.

Serangan udara itu kemudian dibalas peluncuran ratusan roket oleh kelompok jihad Islam ke wilayah Israel pada Sabtu (4/5). Membalas roket-roket itu, pesawat tempur dan kapal perang Israel terus menargetkan Jalur Gaza sejak Sabtu (4/5) malam hingga Senin (6/5).

Israel berdalih menyerang pos-pos Hamas, sementara pihak Palestina menyatakan bahwa serangan-serangan itu juga menghancurkan rumah penduduk dan belasan sekolah.

Gencatan senjata kemudian dicapai kedua pihak pada Senin malam. Namun, juru bicara sayap militer Hamas, Abu Obadiah, mengatakan, gencatan senjata tak akan berarti bila Israel tak mengambil langkah-langkah untuk melonggarkan blokade di Gaza.

Tak lama setelah gencatan senjata dilaporkan diberlakukan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga mengatakan bahwa perang belum selesai. "Kampanye militer ini belum berakhir. Kami sedang bersiap untuk melanjutkan," kata dia.

Hingga Selasa (7/5), Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mencatat sedikitnya 27 warga Palestina gugur. Korban jiwa teranyar adalah sepasang suami istri dan putra mereka yang berusia 12 tahun. Seorang pekerja Palestina juga ditembak pasukan Israel di perbatasan Gaza, kemarin.

Sementara dari Tanah Air, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengutuk keras kebiadaban militer Israel terhadap warga sipil di Jalur Gaza, Palestina. "MUI mendesak Pemerintah Indonesia yang saat ini sebagai presiden Dewan Keamanan PBB agar menggunakan kesempatan emas tersebut untuk menciptakan kedamaian di Palestina," kata Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri, KH Muhyiddin Junaidi, kepada Republika, Selasa (7/5).

Kiai Muhyiddin menegaskan, MUI mendesak kepada kedua belah pihak yang berkonflik agar menahan diri dan menggunakan jalur diplomatik untuk menghentikan peperangan dan konflik berkepanjangan.

(fuji e permana/umar mukhtar ed: fitriyan)

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA