Monday, 9 Rabiul Awwal 1442 / 26 October 2020

Monday, 9 Rabiul Awwal 1442 / 26 October 2020

Abu Ubaidah Bin Jarrah dan Soal Warisan

Senin 06 May 2019 11:21 WIB

Rep: Ratna Ajeng Tedjomukti/ Red: Agung Sasongko

Ilustrasi Ramadhan

Ilustrasi Ramadhan

Foto: Pixabay
Menerima Islam pada periode awal dakwah Rasulullah tidaklah mudah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menerima Islam pada periode awal dakwah Rasulullah tidaklah mudah. Sebab, pada masa itu masyarakat Arab sudah terbiasa dengan budaya jahiliyah: menyembah berhala. Ketika itu, belum banyak dari mereka yang bisa menerima konsep tauhid yang didakwahkan cucu Abdul Muthalib.

Namun, hal itu tak berlaku bagi Abu Ubaidah bin al-Jarrah. Pria dengan nama lengkap Amir bin Abdullah bin Jarrah al-Fihry al-Quraiys, ini berani untuk tampil beda: mening galkan budaya jahiliyah dan beralih kepada Islam. Dia adalah sosok yang lembut, tapi sangat berkomitmen dan bertanggung jawab, sehingga menyelesaian segala tantangan yang dihadapi.

Abu Ubaidah bin al-Jarrah adalah Muhajirin dari kaum Quraisy Makkah yang termasuk paling awal untuk memeluk aga ma Islam. Ia ikut berhijrah ber sama Rasulullah. Sepanjang hi dupnya, sahabat satu ini terlibat berbagai pertempuran dalam membela Islam. Setelah wafatnya Nabi Muhammad, Ia merupakan salah satu calon khalifah bersama Abu Bakar dan Umar bin Khathab.

Setelah Abu Bakar terpilih sebagai khalifah, dia ditunjuk untuk menjadi panglima perang memimpin pasukan Muslim untuk berperang melawan Kekai saran Romawi. Abdullah bin Umar pernah berkata tentang orang-orang yang mulia.

Ada tiga orang Quraisy yang sangat cemerlang wajahnya, tinggi akhlaknya, dan sangat pemalu. Bila berbicara mereka tidak pernah dusta. Dan apabila orang berbicara, me reka tidak cepat-cepat mendustakan. Mereka itu adalah Abu Bakar ash-Shiddiq, Utsman bin Affan, dan Abu Ubaidah bin Jarrah.

Dalam kehidupannya sebagai Muslim, Abu Ubaidah meng alami masa penindasan yang kejam dari kaum Quraisy Makkah. Walau demikian, ia tetap teguh menerima segala macam cobaan, tetap setia membela Rasulullah SAW.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA