Sabtu, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 Desember 2019

Sabtu, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 Desember 2019

Pupuk Kujang Catat Stok Pupuk Subsidi Capai 72 Ribu Ton

Senin 06 Mei 2019 09:20 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Dwi Murdaningsih

Pekerja melakukan bongkar muat pupuk Urea bersubsidi untuk didistribusikan ke wilayah Kota, Kabupaten Bogor dan Depok di Gudang Lini 3, PT Pupuk Kujang, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (12/12). PT Pupuk Indonesia memastikan bahwa pada saat musim tanam Oktober 2018 hingga Maret 2019, stok pupuk nasional terjaga dan distribusinya tidak terganggu.

Pekerja melakukan bongkar muat pupuk Urea bersubsidi untuk didistribusikan ke wilayah Kota, Kabupaten Bogor dan Depok di Gudang Lini 3, PT Pupuk Kujang, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (12/12). PT Pupuk Indonesia memastikan bahwa pada saat musim tanam Oktober 2018 hingga Maret 2019, stok pupuk nasional terjaga dan distribusinya tidak terganggu.

Foto: Arif Firmansyah/Antara
Stok cukup untuk dua bulan ke depan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Pupuk Kujang memastikan stok pupuk subsidi untuk memenuhi kebutuhan musim tanam di wilayah Jawa Barat dan Banten aman hingga dua bulan ke depan. Manager Komunikasi Perusahaan PT Pupuk Kujang Ade Cahya mengatakan saat ini stok urea untuk Jawa Barat dan Banten mencapai 72.255 ton atau 272 persen dari ketentuan sebesar 26.318 ton.

"Untuk NPK stoknya mencapai 47.349 ton atau lebih dari sepuluh kali lipat dari ketentuan sebesar 3.839 ton. Sedangkan pupuk organik, stoknya mencapai 9.011 ton atau 187 persen dari ketentuan sebesar 4.805 ton," ujarnya dalam keterangan tulis yang diterima Republika.co.id, Senin (6/5).

Menurutnya ketersediaan stok pupuk ini guna mempersiapkan musim tanam yang sedang berlangsung sepanjang April sampai dengan September. Adapun pencapaian realiasasi penyerapan pupuk urea bersubsidi di Jabar dan Banten hingga 28 April 2019 telah mencapai 200.876 ton atau setara dengan 107 persen dibandingkan kebutuhan Dinas Pertanian sebanyak 187.682 ton.

Dalam penyaluran pupuk bersubsidi di lapangan, Ade menyatakan pihaknya bekerja sama dengan stakeholder dan masyarakat yang aktif dalam memonitor penyaluran pupuk untuk sektor tanaman pangan. Hal ini agar pupuk bisa diterima sampai ke tangan petani dengan prinsip 6 T (Tepat Tempat, Tepat Harga, Tepat Jumlah, Tepat Mutu, Tepat Jenis dan Tepat Waktu).

“Kami berharap dengan komitmen bersama ini antara perusahaan, distributor dan kios dapat terus bersinerhi dengan baik untuk mengedepankan kepentingan petani dan kelancaran pupuk bersubsidi khususnya di wilayah Jabar serta Banten secara optimal,” ungkapnya.

Pupuk Kujang juga telah meluncurkan produk inovasi baru sejalan dengan upaya mendukung ketahanan pangan nasional dan memenuhi kebutuhan pasar yang semakin berkembang. Adapun produk inovasi yakni Nitroku 16-16-16 merupakan pupuk NPK yang mengandung hara lengkap untuk memacu pertumbuhan tanaman.

"Keseimbangan nutrisi yang bersumber dari Ammonium Nitrogen dan Nitrat Nitrogen menjadikan pemupukan pada tanaman lebih efisien dibandingkan pupuk NPK yang berasal dari urea atau ammonum based dapat digunakan sebagai pupuk dasar dan pupuk susulan pada masa vegetatif tanaman," ucapnya.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA