Kamis, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 Januari 2020

Kamis, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 Januari 2020

Ramadhan Itu Hebat

Senin 06 Mei 2019 04:11 WIB

Red: Elba Damhuri

Ilustrasi Ramadhan

Foto:
Penelitian menunjukkan puasa Ramadhan sarat kemukjizatan luar biasa dahsyat.

Pasalnya, saat puasa cairan dalam tubuh dimaksimalkan pengolahan dan pemanfaatannya oleh tubuh kita, di samping karena ginjal kita bekerja lebih rileks akibat menurunnya asupan makanan dan minuman dalam perut.

Puasa menjaga diri kita dari penumpukan makanan berlebih yang tidak diperlukan tubuh kita, yang berakibat pada timbulnya kolestrol jahat dan racun berbahaya dalam tubuh. Puasa juga dapat meningkatkan fungsi jantung hingga 12 persen.

Pasalnya, saat puasa jantung kita memperoleh haknya untuk sekidit mengurangi aktivitasnya. Di luar puasa Ramadhan, rata-rata jantung berdetak 72 kali/menit, sedangkan saat puasa rata-rata berdetak 60 kali/menit.

Saat berpuasa, sel-sel dalam tubuh kita mengalami rejuvenasi (peremajaan) dan peningkatan kemampuan fungsional hingga 10 kali lipat sehingga daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit juga meningkat. Ketika berpuasa, organ-organ pencernaan juga berkurang beban kerjanya sehingga “rehat dari kerja mencerna” antara 9-11 jam/hari dapat memberi kesempatan untuk memperbaiki dan meremajakan organ-organ pencernaan itu sendiri.

Puasa mengaktifkan mekanisme dan metabolisme proses pencernaan dan penyerapan makanan untuk mendayagunakan glukosa, lemak, dan protein dalam sel-sel tubuh kita sehingga semuanya berfungsi secara normal dan optimal.

Dalam artikel “Mukjizat at-Tadawi bi as-Shiyam” (Mukjizat Terapi dengan Puasa) dijelaskan bahwa puasa Ramadhan salama sehari dapat membersihkan sisa-sisa makanan selama 10 hari. Karena itu, puasa selama sebulan ditambah enam hari puasa bulan Syawal akan dapat membersihkan sisa-sisa dan racun dalam tubuh selama setahun. Jadi, puasa Ramadhan plus enam hari pada bulan Syawal itu sangat menyehatkan.

Puasa Ramadhan juga terbukti dapat menjadi terapi ketergantungan atau kecanduan rokok, miras, dan narkoba dengan syarat saat berbuka tidak merokok lagi. Banyak orang yang berpuasa berhasil menahan rasa lapar dan haus pada siang hari tetapi gagal dalam membendung nafsu minum dan makan pada malam hari.

Banyak perokok yang sukses tidak merokok pada siang hari, tetapi begitu azan Maghrib berkumandang kopi dan rokok dinomorsatukan sehingga puasa tidak bisa menjadi terapi penghentian kecanduan rokok, miras, narkoba, dan kebiasaan buruk lainnya.

Jadi, ibadah Ramadhan itu memang nikmat dan hebat untuk pemenuhan kebutuhan fisik dan psikis kita secara proporsional, terutama jika dijalani dengan niat suci, tulus ikhlas, dan dilandasi iman dan ilmu yang memadai untuk meraih takwa sejati.

Semoga puasa Ramadhan tahun 1440 H ini lebih nikmat, hebat, dan kaya manfaat bagi kemaslahatan bangsa dan umat!

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA