Sunday, 1 Jumadil Akhir 1441 / 26 January 2020

Sunday, 1 Jumadil Akhir 1441 / 26 January 2020

Pembangunan Masjid Cologne Sempat Ditentang Warga

Ahad 05 May 2019 20:41 WIB

Rep: Erik Purnama Putra/ Red: Agung Sasongko

Masjid Raya Cologne

Masjid Raya Cologne

Foto: EPA
Masjid Cologne diresmikan Presiden Turki Reccep Tayyip Erdogan pada 2018

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pembangunan Masjid Cologne yang dirancang karya Gottfried Bohm dan putranya Paul Bohm, ini sempat ditentang oleh warga lokal. Namun, masjid yang menghabiskan biaya sampai 20 juta pound sterling atau sekitar Rp 366 mi liar, ini akhirnya bisa selesai dibangun berkat bantuan Diyanet Isleri Turk Islam Birligi (DITIB) atau cabang otoritas agama Pemerintah Turki.

Baca Juga

Masjid terbesar di Jerman yang diresmikan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada 29 September 2018, ini bisa menampung 2.000 jamaah. Di bagian halaman, ada kolam berbentuk bulat yang disebutsebut sebagai lokasi sumur untuk menyup lai air wudhu, dan di sampingnya ter dapat monumen polos melengkung.

Tidak lupa, pintu masuk utama masjid ini juga menyita perhatian pengunjung karena memiliki tinggi sekitar lima meter. Di sisi kanan pintu yang dipelitur ini tertulis kaligrafi Allah Subhanallu Watala, dan di kiri tertulis Muhammadur Rasulullah.

Seusai menunaikan shalat, bagi jamaah yang ingin menikmati makanan, di bagian bangunan lain tersedia kantin. Ada pula di lantai dasar yang juga menjual menu olahan daging halal. Republika pun sempat mencicipi kebab di sebuah toko yang dikelola warga keturunan Turki. Dia merasa senang ketika mengetahui kami berasal dari Indonesia.

"Kamu dari Malaysia? Oh Indonesia," katanya sambil mengangkat ke dua tangannya. "Indonesia negara Muslim terbesar di dunia, bagus," begitu pujian pemilik toko tersebut yang mendekati kami seusai menghabiskan kebab dan kentang goreng di meja.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA