Ramadhan Berkah Bersama Keluarga

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Agung Sasongko

 Sabtu 04 May 2019 09:40 WIB

Ilustrasi Ramadhan Foto:

Ramadhan momentum perbaikan hubungan dengan pasangan.

Ustaz Bendri menyebut, ayat itu merupakan penegasan bahwa dalam keadaan sesibuk apa pun, jangan melalaikan hak pasangan. Berhubungan badan atau bersa yang-sayangan antarpasangan oleh sahabat Nabi dinilai bukan sekadar syahwat, tetapi efek menenangkan dan nyaman yang dirasakan setelah melakukannya.

Allah SWT menginginkan bu lan Ramadhan sebagai momentum perbaikan hubungan dengan pasangan, termasuk bulan untuk menguatkan nilai-nilai agama dalam sebuah keluarga. Ada ba nyak kegiatan selama Ramadhan dan berpuasa yang dapat dimanfaatkan untuk berkumpul, saling mendekat antarkeluarga, dan me nambah ilmu agama serta pahala.

Kegiatan sahur ataupun berbuka, salah satunya. Jika dilakukan secara bersama-sama antara orang tua dan anak serta rutin, ini bisa menambah keakraban di an tara anggota keluarga. Bahkan, saat makan bersama terkandung ber kah di dalamnya.

Dalam Fathul Baari 9/446 Ib nu Hajar mengatakan, "Dalam hadis dari Ibnu Umar yang diriwayatkan oleh Thabrani terdapat keterangan tentang illat (sebab) terjadinya hal di atas. Pada awal hadis tersebut dinyatakan, "Makanlah bersama-sama dan janganlah sendiri-sendiri karena sesungguhnya makanan satu orang itu cukup untuk dua orang." Hadis ini me nun jukkan bahwa makanan satu orang itu mencukupi untuk dua orang dan seterusnya adalah disebabkan keberkahan yang ada da lam ma kan bersama. Semakin ba nyak jum lah orang yang turut ma kan, maka keberkahan semakin ber tambah."

Diriwayatkan dalam HR Abu Daud, dari Wahsyi bin Harb dari bapaknya dari kakeknya, "Sesungguhnya para sahabat Ra sulullah SAW pernah mengadu, 'Wahai Rasulullah sesungguhnya kami makan, tetapi tidak merasa kenyang.' Nabi bersabda, 'Mungkin kalian makan sendiri-sen diri?', 'Betul', kata para sahabat.

Nabi lantas bersabda, 'Makanlah bersama-sama dan sebutlah nama Allah sebelumnya, tentu makan an tersebut akan diberkahi'." "Nabi tidak suka jika melihat keadaan sedang ramai, orang ber kumpul, tapi ada yang memilih un tuk makan sendirian. Sahur ti dak akan memberikan perbaikan pada keluarga karena ada yang me milih makan sendirian. Pa dahal, di bulan-bulan sebelumnya juga sudah jarang makan bersama karena kesibukan," ujarnya.

Berita Lainnya

Play Podcast X