Wednesday, 20 Zulhijjah 1440 / 21 August 2019

Wednesday, 20 Zulhijjah 1440 / 21 August 2019

Kemenristekdikti Luncurkan Software Ramah Tuli

Jumat 03 May 2019 23:47 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Gita Amanda

Peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) menjawab soal pada pelaksaan ujian gelombang pertama, Sabtu (13/4).

Peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) menjawab soal pada pelaksaan ujian gelombang pertama, Sabtu (13/4).

Foto: ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi
Perangkat ini sebagai komitmen pemerintah setiap siswa di Indonesia berhak masuk PTN.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menrsitekdikti) Mohamad Nasir meluncurkan perangkat lunak atau softwere layanan ramah difabel pada Ujian Terbuka Berbasis Komputer (UTBK) 2019. Perangkat ini sebagai komitmen pemerintah untuk memastikan semua siswa di Indonesia memiliki kesempatan yang sama memasuki perguruan tinggi negeri (PTN).

Baca Juga

Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) mengembangkan metode screen reader untuk memberikan aksesibilitas bagi peserta disabilitas netra agar dapat membaca tulisan di layar komputer. "Ini kebijakan yang sangat ramah pada difabel yang kali ini kita lakukan sehingga semua orang mempunyai kesempatan sama masuk perguruan tinggi," ucap Nasir, di Kantor Kemenristekdikti, Sabtu (3/5).

Ia mengungkapkan untuk peserta tuli semua materi UTBK akan dinarasikan dalam bentuk audio berupa bahasa. Menurut dia, cara ini lebih efektif dibandingkan dengan metode Braille.

Ketua LTMPT Ravik Karsidi mengungkapkan untuk peserta tuli, peserta tes akan menggunakan tanda arah pada komputer dan komputer akan membacakan soal berupa pilihan ganda. Setiap item soal telah diakomodasi berdasarkan kemampuan dan keterbatasan tuli. Isi atau materi tes setara dengan peserta yang dapat melihat.

"Waktunya sama dengan peserta lain, tetapi jumlah soal dikurangi 20 persen. Selain itu, teks bacaan tidak lebih dari tiga praragraf dan menghindari kata-kata visual. Kemudian, gambar/tabel/grafik dinarasikan atau dimodifikasi dan sistem operasinya menggunakan keyboard tanpa mouse," kata Ravik.

Pada tahun ini, total ada 70 siswa tunanetra yang mendaftar ke berbagai perguruan tinggi baik di dalam maupun luar Jawa. Oleh sebab itu, Kemenristekdikit harus memfasilitasi para siswa tersebut agar mereka memiliki kesempatan yang sama layaknya calon mahasiswa lainnya.

Pada UTBK gelombang I terdapat 38 peserta penyandang disabilitas yang akan mengikuti ujian pada tanggal 4 Mei 2019. Sementara itu, untuk gelombang II terdapat 32 peserta yang akan mengikuti ujian pada tanggal 25 Mei 2019. Lokasi ujian para disabilitas netra tersebar di 18 Pusat UTBK.  

 

Peserta disabilitas netra terbanyak akan melaksanakan ujian di Pusat UTBK Universitas Negeri Yogyakarta yaitu 16 peserta dan Pusat UTBK Universitas Pendidikan Indonesia yaitu 12 peserta. Apabila dilihat berdasar kelompok ujiannya, peserta disabilitas netra terbanyak mengikuti kelompok Soshum yaitu 63 peserta dan Saintek sebanyak tujuh peserta.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA