Sunday, 4 Jumadil Akhir 1442 / 17 January 2021

Sunday, 4 Jumadil Akhir 1442 / 17 January 2021

Apa Itu Terjemah, Tafsir, dan Takwil? (2-Habis)

Kamis 02 May 2019 23:38 WIB

Red: Hasanul Rizqa

Ilustrasi Kitab Kuning

Ilustrasi Kitab Kuning

Foto: Foto : MgRol_94
Ini sekilas penjelasan tentang pengertian terjemahan, tafsir, dan takwil

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Nidia Zuraya

Pada masa-masa sesudah era tabi’in hingga saat ini, tafsir Alquran berkembang mengikuti irama perkembangan masa dan memenuhi kebutuhan manusia dalam suatu generasi. Tiap-tiap masa dan generasi menghasilkan tafsir-tafsir Alquran yang sesuai dengan kebutuhan dan keperluan generasi itu dengan tidak menyimpang dari ketentuan-ketentuan agama Islam sendiri.

Tidak hanya penafsiran dan penakwilan mengenai Alquran yang berkembang mengikuti irama perkembangan masa dan memenuhi kebutuhan manusia dalam suatu generasi, namun juga upaya penerjemahan Alquran ke dalam berbagai bahasa dunia.

Baca Juga

Dalam bukunya yang berjudul Ulumul Qur’an, Prof Dr H Abdul Djalal HA menerangkan, menurut bahasa, terjemah berarti salinan, mengganti, menyalin, dan memindahkan. Sedangkan, menurut istilah, terjemah berarti menyalin atau memindahkan kalimat dari suatu bahasa ke bahasa lain.

Sementara itu, menurut bahasa, tafsir berarti keterangan atau uraian. Menurut istilah, tafsir berarti ilmu mengenai cara pengucapan lafal-lafal Alquran serta cara mengungkapkan petunjuk, kandungan-kandungan hukum, dan makna-makna yang terkandung di dalamnya. Menurut bahasa, takwil berarti menerangkan atau menjelaskan. Menurut istilah, takwil berarti mengembalikan sesuatu kepada tujuannya, yakni menerangkan apa yang dimaksud.

Tafsir dan takwil, menurut Prof Djalal, berupaya menjelaskan makna setiap kata di dalam Alquran. Sedangkan, terjemah hanya mengalihkan bahasa Alquran yang asalnya berasal dari bahasa Arab ke dalam bahasa non-Arab.

Meskipun secara bahasa pengertian tafsir dan takwil hampir serupa, ungkap Prof Djalal, terdapat empat perbedaan di antara keduanya.

Pertama, tafsir bersifat lebih umum dan banyak digunakan untuk lafal dan kosakata dalam kitab-kitab yang diturunkan Allah dan kitab lainnya, sementara takwil lebih banyak digunakan makna dan kalimat dalam kitab-kitab yang diturunkan Allah saja.

Kedua, tafsir menerangkan makna lafal yang tak menerima selain dari satu arti, sedangkan takwil menetapkan makna yang dikehendaki suatu lafal yang dapat menerima banyak makna karena didukung oleh dalil.

Ketiga, tafsir menetapkan apa yang dikehendaki ayat dan menerapkan seperti yang dikehendaki Allah, sementara takwil menyeleksi salah satu makna yang diterima ayat tanpa meyakinkan bahwa itulah yang dikehendaki Allah. Keempat, tafsir menerangkan makna lafal, baik berupa hakikat/majaz, sedangkan takwil menafsirkan batin lafal.

sumber : Pusat Data Republika
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA