Sunday, 11 Jumadil Akhir 1442 / 24 January 2021

Sunday, 11 Jumadil Akhir 1442 / 24 January 2021

Kapal Pesiar AS Dikarantina karena Campak

Kamis 02 May 2019 16:35 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

Petugas medis memperlihatkan botol berisi vaksin campak.

Petugas medis memperlihatkan botol berisi vaksin campak.

Foto: EPA
Karantina kapal pesiar AS dilakukan karena kasus campak cepat menular.

REPUBLIKA.CO.ID, STLUCIA -- Sebuah kapal pesiar Amerika Serikat (AS) dikarantina di pulau St Lucia, Kepulauan Karabia. Kepala Staf Medis Nasional St Lucia Dr Merlene Frederick James mengatakan kapal itu dikaratina karena ada laporan kasus campak. 

Frederick James mengatakan sudah ada konfirmasi tentang kasus campak di dalam kapal tersebut. "Saya pikir lebih kami mengkarantina kapal," katanya, seperti dilansir BBC, Kamis (2/5). 

Tidak ada satu pun orang yang boleh meninggalkan kapal itu. Kapal yang dilaporkan bernama Freewinds dimiliki dan dioperasikan oleh the Church of Scientology (Gereja Sainstologi).

Baca Juga

Dalam pernyataan video yang diunggah di Youtube, Frederick-James mengatakan kementerian kesehatan St Lucia mendapat konfirmasi tentang kasus campak tersebut dari 'dua sumber yang terkemuka'.  Ia mengatakan keputusan tersebut diambil berdasarkan fakta campak adalah yang sangat penyakit menular. 

"Satu orang dapat tertular dengan sangat mudah melalui batuk, bersin, dan tetesan kecil di berbagai permukaan, dan lain-lain, jadi karena risiko menular tidak hanya dari kasus campak yang terkonfirmasi tapi juga dari orang yang mungkin ada di dalam kapal saat itu kami pikir lebih bijaksana untuk memutuskan tidak mengizinkan seorang pun untuk turun," katanya. 

NBC News melaporkan salah seorang penjaga pantai St Lucia mengatakan kapal itu adalah Freewinds. Kapal sepanjang 134 meter milik Gereja Sainstologi yang ditumpangi sekitar 300 orang. 

"Dokter kapal telah mengkonfirmasi kasus ini telah diisolasi dalam kapal, pasien dalam keadaan stabil," kata  Fredericks-James seperti dikutip NBC News. 

NBC News menambahkan pihak berwenang St Lucia tidak memiliki otoritas untuk mempertahankan kapal itu untuk pergi. Freewinds dijadwalkan akan meninggalkan St Lucia pada Kamis 23.59 waktu setempat. 

Situs yang menelusuri jejak kapal MarineTraffic.com menunjukkan kapal SMV Freewinds berlabuh di Castries, ibukota St Lucia. Sampai saat ini Gereja Sainstologi belum dapat dimintai komentar tentang hal ini. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA