Kamis, 21 Zulhijjah 1440 / 22 Agustus 2019

Kamis, 21 Zulhijjah 1440 / 22 Agustus 2019

Menristekdikti: Dana Abadi Riset 2019 Capai Rp 3 Trilliun

Kamis 02 Mei 2019 13:57 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Andi Nur Aminah

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir.

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir.

Foto: Republika/Edi Yusuf
Dana tersebut bakal digunakan untuk pengembangan perguruan tinggi.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Natsir menyebut alokasi anggaran dana abadi riset tahun 2019 naik hingga mencapai tiga trilliun rupiah. Dana tersebut bakal digunakan untuk pengembangan perguruan tinggi (PT) di Indonesia agar peringkatnya naik di dunia internasional.

Natsir menyebut alokasi sekitar 900 miliar sudah digelontorkan pada 2018. Ia memperkirakan akan ada peningkatan hingga dua trilliun untuk tahun ini. "Tahun ini diharapkan bisa meningkat di angka Rp 2 triliun jadi sekitar Rp 3 triliun. Ini dana abadi. Yang perlu kita ingat ini catatan baru sesuai arahan Presiden Jokowi ya, kita mendorong perguruan tinggi Indonesia untuk masuk kelas dunia. Ini yang penting," katanya saat ditemui dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional 2019 di Universitas Indonesia (UI) pada Kamis, (2/5).

Baca Juga

Ia menyebut saat ini UI, Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) sudah masuk peringkat dunia. Namun urutan peringkatnya terlalu di belakang. Rinciannya UI peringkat 292, ITB perongkat 340 dan UGM peringkat 390.

"Bagaimana tiga kampus itu kita dorong menjadi (urutan) 200. Yang (PT) lainnya di atas 500 bisa masuk 500. Ini kami sudah mengajukan kepada Presiden nanti ada dana yang akan kita alokasikan khusus untuk perguruan tinggi yang masuk kelas dunia. Kalau enggak kita nggak akan bisa mencapai hal itu," ujarnya.

Ia menjelaskan dana abadi riset berfungsi untuk pengembangan riset, kunjungan dosen asing ke Indonesia atau sebaliknya Indonesia ke luar negeri dan pertukaran mahasiswa. Kerja sama dengan PT di luar negeri, kata dia penting dilakukan sebagai bentuk kolaborsasi. "Pokoknya ini untuk semua hal dan mesti kolaborasi," ujarnya.

Pemerintah telah menganggarkan dana penelitian pada APBN tahun anggaran 2018 sebesar Rp 990 miliar. Dana ini untuk membiayai riset-riset yang lebih fleksibel, tidak bergantung soal tahun dan administrasi yang rumit. Pemerintah akan terus meningkatkan alokasi anggaran dana abadi riset seiring adanya program pembangunan sumber daya manusia (SDM). 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA