Thursday, 8 Jumadil Akhir 1442 / 21 January 2021

Thursday, 8 Jumadil Akhir 1442 / 21 January 2021

Muhammadiyah: Situasi Usai Pemilu Masih Kondusif

Rabu 01 May 2019 23:09 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu'ti

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu'ti

Foto: Republika
Muhammadiyah meminta pemenang pemilu hormati yang kalah, dan yang kalah legawa.

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Pimpinan Pusat Muhammadiyah menilai situasi politik nasional setelah Pemilu 2019 masih kondusif. Ini karena semua pihak menyadari pentingnya perdamaian dan kerukunan bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan menyukseskan Pemilu 17 April yang lalu dan Alhamdulillah juga sekarang ini situasinya masih sangat kondusif," kata Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Dr Abdul Mu'ti di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu.

Mu'ti mengemukakan hal itu disela-sela mendampingi Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir bersilaturahmi dengan keluarga Persyarikatan Muhammadiyah Kuala Lumpur di Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM) Kampung Baru, Kuala Lumpur.

Kunjungan dilakukan di sela-sela menghadiri undangan Kementerian Pendidikan Malaysia terkait rencana pendirian Universitas Muhammadiyah di Malaysia. "Kami tentu sangat berharap agar KPU dapat bekerja lebih baik lagi dan menjawab berbagai keraguan dan kritik yang disampaikan masyarakat," ujarnya.

Ia berharap KPU bekerja secara profesional sehingga bisa memberikan kepercayaan kepada masyarakat. Dengan begitu ketika hasil pemilu sudah diumumkan semua pihak bisa menerima dengan sepenuhnya.

Doktor alumni Australia ini berharap tidak ada selebrasi-selebrasi dan pernyataan kemenangan dari pihak manapun baik dari pasangan 01 maupun 02 karena hasil pemilu belum resmi diumumkan.

"Dan pada waktunya nanti hasil diumumkan kami berharap mereka yang menang tetap menghormati yang kalah dan yang kalah menghormati dan menerima kemenangan pihak lain serta berjiwa besar dan legawa," katanya.

Menurut Mu'ti proses demokrasi ini sudah menjadi bagian sistem politik Indonesia. Karena itu, tidak ada kalah atau menang karena sesungguhnya ini adalah kemenangan bangsa Indonesia

Dia mengharapkan masyarakat menunggu KPU karena sesuai undang-undang di Indonesia pemilu dinyatakan sah kalau secara resmi sudah ditetapkan oleh KPU.
"Dan kalau ada kesalahan dan dugaan kecurangan selesaikan secara hukum karena ada mekanisme yang dijamin undang-undang. Di tempat-tempat yang diduga ada kecurangan bisa diulangi tetapi tidak keseluruhan."

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA