Tuesday, 26 Jumadil Awwal 1441 / 21 January 2020

Tuesday, 26 Jumadil Awwal 1441 / 21 January 2020

Polisi Prancis Bentrok dengan Demonstran Hari Buruh

Rabu 01 May 2019 21:41 WIB

Rep: lintar satria/ Red: Dwi Murdaningsih

Demosntransi Hari Buruh di Prancis berujung ricuh.

Demosntransi Hari Buruh di Prancis berujung ricuh.

Foto: france24
Sebanyak 165 demonstran ditahan atas kerusuhan ini.

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Polisi Prancis bentrok dengan para pengunjuk rasa hari buruh. Pengunjuk rasa melempari polisi dengan batu, melakukan pembakaran dan menghancurkan kendaraan. Sebanyak 165 orang ditahan atas kerusuhan ini.

Kerusuhan yang terjadi pada Rabu (1/5) ini terjadi di dekat stasiun Montparnasse Paris. Polisi membalas lemparan batu pengunjuk rasa dengan gas air mata. Belum diketahui berapa banyak orang yang terluka dalam kejadian ini.

Satu orang laki-laki yang kepalanya diperban dibawa keluar dari kerusuhan oleh paramedis. Kantor berita Associated Press melaporkan ada sekelompok orang mengenakan tudung yang meneriakan slogan anti-polisi. Mereka bergabung dengan pengunjuk rasa rompi kuning dan para anggota serikat buruh.

Beberapa batu dan objek lainnya dilemparkan ke arah polisi. Mereka menyerang mobil van yang diparkir di dekat lokasi kerusuhan. Mereka menendangi mobil itu dan memecahkan kacanya.

Kepolisian Paris mengatakan petugas keamanan telah melakukan lebih dari 9 ribu 'pengeledahan pencegahan'. Mereka juga menangkap 165 orang sebelum pawai hari buruh digelar.

Sementara itu beberapa pengunjuk rasa yang damai menunggu pawai di mulai. Mereka berencana untuk berjalan menuju Place d'Italie yang berada di sebelah selatan kota Paris.

Pihak berwenang Prancis telah memperingatkan adanya 'aktivis radikal' yang dapat bergabung dalam unjuk rasa ini. Melakukan pengerusakan seperti yang dilakukan demonstran rompi kuning dan unjuk rasa dua tahun yang lalu.

Lebih dari 7.400 polisi dikerahkan untuk mengamankan unjuk rasa yang digelar di Paris. Kepolisian Prancis memerintahkan 580 toko, restoran dan cafe yang berada di jalur unjuk rasa untuk tutup. Selain tempat usaha sejumlah stasiun kereta bawah tanah juga ditutup.

Baca Juga

sumber : ap
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA