Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Pusat Wisata Halal Dunia

Selasa 30 Apr 2019 08:53 WIB

Red: Elba Damhuri

Ilustrasi Wisata Halal

Ilustrasi Wisata Halal

Foto: Foto : MgRol112
Indonesia juga menjadi pasar wisata halal dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Imaduddin Indrissobir, Sekretaris Jenderal Perkumpulan Pariwisata Halal

Upaya Indonesia mengenalkan wisata halal kepada masyarakat banyak melalui jalan berliku. Walaupun sudah ada UU Nomor 10/2009 tentang kepariwisataan, secara peraturan belum ada yang mengatur khusus tentang pariwisata halal.

Pemerintah sempat menerbitkan aturan teknis soal fasilitas penunjang wisata halal melalui Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 2/2014 tentang Pedoman Penyelenggaraan Usaha Hotel Syariah.

Kalangan industri menanggapinya beragam sehingga peraturan itu dicabut melalui Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 11 Tahun 2016. Padahal 2015 adalah dimulainya penilaian indeks pariwisata halal dunia yang menjadi patokan bagi perkembangan pariwisata halal.

Indonesia mengikuti penilaian dan bertarung di ajang bergengsi World Halal Travel Awards 2015 dan menduduki peringkat ke-6 dalam Mastercard-Crescent Rating Global Moslem Travel Index (GMTI), setiap tahun posisinya mengalami peningkatan.

Pada pengumuman 8-9 April 2019 di Jakarta, Indonesia menduduki posisi puncak, nomor satu. Prestasi yang telah dicapai ini memerlukan dukungan pemerintah untuk segera membuatkan payung hukum kebijakan peraturan mengenai wisata halal.

Perhimpunan Pariwisata Halal Indonesia sebagai mitra pemerintah dalam upaya meningkatkan pariwisata halal pada 2015 mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk menjadikan wilayahnya sebagai destinasi wisata halal.

Upaya ini menuai hasil signifikan. Jumlah wisatawan mancanegara meningkat dari sekitar satu juta orang menjadi 1,4 juta wisatawan asing, juga peningkatan pendapatan dari pengeluaran wisatawan dari Rp 15 triliun pada 2015 menjadi Rp 20 triliun pada tahun berikutnya. Pemprov NTB mendapatkan beberapa penghargaan di ajang World Halal Travel Awards pada 2016 hingga kini.

Indonesia sebagai negara Muslim terbesar di dunia juga turut menjadi pangsa pasar pariwisata halal dunia. Tidak mengherankan negara-negara, seperti Jepang, Taiwan, Thailand, dan Korea Selatan agresif memasarkan pariwisata halal di Indonesia.

Berdasarkan SICTA-WTO (Standard International Classification of Tourism Activities-World Trade Organization), pariwisata memberikan dampak ekonomi besar mencakup 185 kegiatan usaha yang sebagian besarnya dalam jangkauan UKM. Pasar wisata halal di dunia menurut riset dari Crescent Rating, tahun 2019 diperkirakan berkembang secara agresif.

“Wisata halal merupakan segmen pasar dinamis dan tumbuh sangat mengesankan. Pada 2020, pasar wisata Muslim diperkirakan mencapai 220 miliar dolar AS dan diperkirakan meningkat 36 persen menjadi 300 miliar dolar AS selama enam tahun berikutnya.”

Sedangkan prediksi kenaikan jumlah wisatawan halal, dari 140 juta wisatawan pada 2018 menjadi 230 juta wisatawan pada 2026. Ini potensi wisatawan yang begitu besar bagi Indonesia sebagai negara populasi Muslim terbesar di dunia.

Pemerintah menyiapkan tim untuk mengambil potensi ini dengan membentuk Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal Kementerian Pariwisata juga menyelenggarakan Halal Travel Business Forum sejak 2017 di Jakarta.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA