Thursday, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 January 2020

Thursday, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 January 2020

Ini Mengapa Wanita tak Perlu Malu Akui Kebiasaan Mendengkur

Selasa 30 Apr 2019 08:50 WIB

Rep: Santi Sopia/ Red: Indira Rezkisari

Tidur

Tidur

Foto: pixabay
Kebiasaan mendengkur pada wanita harus diwaspadai sebagai masalah kesehatan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bukan hanya pria, wanita juga sebagian besar memiliki kebiasaan mendengkur. Hanya, masalah mendengkur diketahui kebanyakan dialami para pria.

Para wanita boleh jadi lebih malu mengakui kebiasaan mendengkur mereka. Padahal, jika tidak dilakukan mitigasi, mendengkur bisa berkaitan dengan gangguan tidur.

Sebuah studi baru dalam Journal of Clinical Sleep Medicine, dilansir laman Indian Express menunjukkan, stigma sosial rupanya telah mencegah wanita mengungkapkan masalah mendengkur mereka. Terutama yang mengarah pada diagnosis atau kesalahan diagnosis apnea tidur obstruktif atau gangguan tidur yang serius.

Mendengkur sebenarnya tanda waspada umum untuk apnea tidur obstruktif yang melibatkan kolapsnya jalan napas bagian atas selama tidur.

Para peneliti termasuk 1.913 peserta untuk evaluasi tidur mengungkapkan bahwa mendengkur yang diukur secara objektif ditemukan pada 88 persen wanita (591 dari 675). Tetapi hanya 72 persen melaporkan bahwa mereka mendengkur (496 dari 675). Sedangkan pada pria, mendengkur objektif (92,6 persen) dan mendengkur yang dilaporkan (93,1 persen) yang mengartikan sama atau serupa.

Peneliti menemukan bahwa meskipun tidak ada perbedaan dalam intensitas mendengkur yang ditemukan antara jenis kelamin, perempuan cenderung melaporkan bahwa mereka menganggap enteng kerasnya dengkuran mereka. Nimrod Maimon, profesor di Soroka University Medical Center di Israel juga mencatat wanita lebih jarang melaporkan kebiasaan mendengkur mereka.

"Mereka menggambarkan bahwa dengkuran mereka lebih ringan," ujarnya.

Menurut penelitian tersebut, wanita mendengkur sekeras laki-laki dengan 49 persen di antaranya mengalami mendengkur parah atau sangat parah (329 dari 675). Tetapi hanya 40 persen wanita yang menilai dengkuran mereka sangat parah (269 dari 675).

Alhasil penelitian menunjukkan fakta bahwa lebih sedikit wanita yang mengakui kebiasaan mendengkur menjadi salah satu hambatan yang mencegah wanita ditemukan klinik tidur untuk studi tidur. Menurut para peneliti, wanita yang menderita sleep apnea juga cenderung melaporkan gejala termasuk kelelahan siang hari.



BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA