Tuesday, 12 Safar 1442 / 29 September 2020

Tuesday, 12 Safar 1442 / 29 September 2020

Polisi India Ungkap Plot, tapi Sri Lanka tidak Bertindak

Ahad 28 Apr 2019 08:07 WIB

Red: Ani Nursalikah

Polisi dan tentara Sri Lanka memperlihatkan bahan pembuat bom dari tempat persembunyian militan saat baku tembak di Sri Lanka, Sabtu (27/4).

Polisi dan tentara Sri Lanka memperlihatkan bahan pembuat bom dari tempat persembunyian militan saat baku tembak di Sri Lanka, Sabtu (27/4).

Foto: AP Photo/Achala Upendra
Laporan intelijen pertama dari India tiba pada 4 April, dua pekan sebelum pengeboman.

REPUBLIKA.CO.ID, KOLOMBO -- Saat memantau saluran yang biasa, polisi India menemukan sesuatu yang luar biasa: rencana terperinci untuk apa yang akan menjadi serangan paling berdarah yang dikaitkan dengan kelompok ISIS di Asia Selatan.

Polisi sedang menyelidiki tersangka simpatisan ISIS di India selatan ketika nama yang tidak pernah mereka pantau sebelumnya muncul. Nama itu adalah  National Towheed Jamaat.

Direktur Eksekutif Institute for Conflict Management Ajai Sahni di New Delhi mengatakan polisi India berhasil masuk ke jaringan komunikasi kelompok itu dan mulai merekam rencana serangan. "Itulah sebabnya perincian dari insiden yang mereka terima sangat, sangat spesifik. Mereka tahu kelompok itu, mereka tahu sasaran, mereka tahu waktu, mereka tahu keberadaan para pelaku bom bunuh diri, dan semua ini dikomunikasikan kepada pemerintah Sri Lanka," kata Sahni.

Para pejabat tinggi Sri Lanka mengakui beberapa unit intelijen negara kepulauan itu telah diberi pemberitahuan sebelumnya tentang serangan itu. Pemberitahuan dilakukan beberapa pekan yang lalu dan hingga pagi hari pengeboman, tetapi sedikit yang dilakukan untuk mencegahnya.

Presiden Maithripala Sirisena dan Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe mengatakan mereka hanya mengetahui tentang plot setelah itu dilakukan.  Wickremesinghe tidak diikutkan dalam pertemuan keamanan tingkat tinggi sejak Sirisena berusaha menggulingkannya pada musim gugur lalu.

"Faktanya adalah, itu informasi yang sangat, sangat spesifik dan yang telah disampaikan kepada semua orang secara tertulis. Itulah tindakan yang hilang dalam beberapa kasus. Itulah yang kami selidiki," kata Wickremesinghe.

Laporan intelijen pertama dari India tiba pada 4 April, lebih dari dua pekan sebelum pengeboman. Laporan mengatakan serangan teroris bunuh diri direncanakan terhadap beberapa gereja penting. India juga mendaftarkan enam orang yang kemungkinan akan terlibat.

Wakil inspektur polisi berbagi laporan dengan setidaknya empat direktur unit keamanan, termasuk mereka yang bertanggung jawab untuk para VIP dan kedutaan asing. Selain itu, ada pula memo yang mendesak para direktur memberikan perhatian ekstra ke tempat-tempat dan orang-orang dalam tanggung jawab mereka.

Sahni mengatakan peringatan intelijen akhir India datang tepat sebelum ledakan pagi Paskah. Mengapa peringatan itu tidak dihiraukan adalah subjek perdebatan publik yang intens.

Beberapa pihak menyalahkan pembongkaran sistem yang dibangun oleh mantan presiden Mahinda Rajapaksa untuk respons cepat terhadap aktivitas pemberontak selama perang sipil Sri Lanka yang panjang. Selama 26 tahun, para militan Macan Tamil dari komunitas minoritas Tamil di Sri Lanka berjuang untuk kemerdekaan dari negara mayoritas yang beragama Sinhala.

Baca Juga

Pasukan militer di bawah saudara Rajapaksa, Menteri Pertahanan saat itu Gotabhaya Rajapaksa, secara brutal menghancurkan mereka pada 2009.Menteri pertahanan negara saat ini Ruwan Wijewardene mengatakan kelemahan dalam aparat keamanan Sri Lanka menyebabkan kegagalan mencegah pengeboman Paskah.

Sirisena menekankan perlunya penyelidikan baru terhadap pejabat militer, termasuk perwira intelijen yang dituduh menculik dan membunuh warga sipil, lawan politik, dan jurnalis selama perang saudara. Sejak itu, beberapa pejabat militer telah ditangkap atas tuduhan terkait dengan tindakan mereka selama perang dan dikirim ke fasilitas penahanan. Kasus-kasus pengadilan sedang berlangsung.

Tetapi pada Jumat, Sirisena mengatakan penangkapan pejabat intelijen militer setelah perang saudara melemahkan keamanan nasional. Dia meminta pengunduran diri sekretaris pertahanan dan inspektur jenderal polisi.

Beberapa ahli percaya pasukan keamanan Sri Lanka mungkin tidak banyak percaya kepada intelijen India karena perannya yang kontroversial dalam perang saudara. Research and Analysis Wing India (RAW), kelompok intelijen eksternal negara itu, awalnya mendukung separatis Tamil, melatih dan mempersenjatai Macan Pembebasan Tamil Eelman pada 1970-an. Tetapi setelah kegiatan teroris kelompok itu pada 1980-an, RAW menarik dukungannya.

New Delhi membuat perjanjian dengan Kolombo pada 1987 untuk mengirim pasukan penjaga perdamaian ke pulau di ujung selatannya. Mereka akhirnya berperang dengan pemberontak.

Mereka diminta menarik pasukan beberapa tahun kemudian di tengah tuduhan pelecehan terhadap orang Tamil. Pada 1991, Perdana Menteri India Rajiv Gandhi dibunuh oleh pengebom bunuh diri Macan Tamil.

India mempertanyakan pendekatan keras Sri Lanka untuk mengalahkan Macan Tamil di bulan-bulan terakhir perang. Saat itu puluhan ribu warga sipil dilaporkan terbunuh oleh pasukan pemerintah. Ribuan lainnya masih hilang.

sumber : AP
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA