Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Barikade Gus Dur Ajak Masyarakat Bersatu Usai Pemilu

Sabtu 27 Apr 2019 14:58 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Panitia Pemungutan Suara (PPS) membawa kotak suara untuk dilakukan rekapitulasi pemilihan umum (pemilu) 2019 tingkat kecamatan di Ulee Kareng, Banda Aceh, Aceh, Sabtu (20/4).

Panitia Pemungutan Suara (PPS) membawa kotak suara untuk dilakukan rekapitulasi pemilihan umum (pemilu) 2019 tingkat kecamatan di Ulee Kareng, Banda Aceh, Aceh, Sabtu (20/4).

Foto: Antara/Irwansyah Putra
Barikade Gus Dur menilai Pemilu 2019 bukan ajang berkonflik.

REPUBLIKA.CO.ID, LEBAK— Ketua Barikade Gus Dur Provinsi Banten, Roji Santani, mengajak masyarakat baik pendukung pasangan presiden nomor urut 01 maupun pasangan presiden nomor urut 02 menjaga kedamaian pasca-pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

Baca Juga

"Kedamaian itu sangat indah. Kita berharap masyarakat kembali bersatu pascapemilu dengan hidup damai," katanya saat dihubungi di Lebak, Sabtu (27/4).

Masyarakat Banten harus menjaga kedamaian di tengah perbedaan selain itu juga nilai-nilai toleransi, sikap saling menghargai dan menghormati. "Kita jangan sampai perbedaan politik pada pemilu itu menjadikan perpecahan," katanya.

Dia mengapresiasi rekonsiliasi Joko Widodo dan Prabowo Subianto kembali bersatu untuk memikirkan bangsa lebih besar.

Masyarakat Indonesia memiliki aneka perbedaan agama, suku, budaya, bahasa dan adat, namun tetap harus menjalin persatuan dan kesatuan bangsa.

Menurut dia, kedamaian yang dibangun pemimpin bangsa terdahulu tentu harus dilestarikan dan dijaga sebab Indonesia memiliki ideologi Pancasila yang mampu mempersatukan kehidupan masyarakat.

Untuk itu, kata dia, pesta demokrasi yang digelar belum lama ini jangan sampai menimbulkan perpecahan, pelaksanaan pemilu hanya untuk mencari sosok pemimpin bangsa yang mampu membangun kehidupan rakyat menjadi lebih baik. 

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Pupu Mahpudin, mengatakan para ulama, kiai dan ustaz dapat menyampaikan siraman rohani kepada masyarakat melalui pengajian juga khutbah Jumat untuk menjaga kedamaian, kesejukan, kerukunan, dan keharmonisan.

Selain itu bagi umat Muslim agar membudayakan silaturahim guna membangun ukhuwah Islamiyah meski pandangan politik pada pemilu berbeda, namun lebih mengutamakan persatuan dan kesatuan. "Kami berharap pascapemilu umat tetap damai tanpa konflik maupun perpecahan," katanya.

 

 

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA