Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Bukalapak Nantikan Plaftorm Komunikasi Fatwa

Jumat 26 Apr 2019 16:38 WIB

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: Friska Yolanda

Diskusi Ekonomi Digital Syariah IIE FEST di Trans Luxury Hotel, Bandung, Jumat (25/4).

Diskusi Ekonomi Digital Syariah IIE FEST di Trans Luxury Hotel, Bandung, Jumat (25/4).

Foto: Republika/Fuji E Permana
Bisnis halal sangat potensial sehingga inisiasi KNKS dinanti.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Bukalapak antusias menantikan platform komunikasi fatwa yang diinisiasi Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS). Apalagi, inovasi putra-putri Indonesia teramat cepat.

Public Policy & Government Relation Manager Bukalapak Ma Isa Lombu menjelaskan, Bukalapak tidak didesain sebagai lokapasar (marketplace) halal, tapi Bukalapak memberikan alternatif. Bukalapak juga mengupayakan agar substansi kesyariahan berbisnis tidak dilanggar.

Isa mengatakan, pihaknya masih terus bicara dengan KNKS terkait hal itu. Dari akad, proses, dan produk, Bukalapak melihat yang paling mudah adalah intervensi pada produk. "Kami ikhtiarkan ada section produksi halal di Bukalapak," ungkap Isa seusai diskusi ekonomi digital syariah dalam IIE FEST di Bandung, Jumat (25/4).

Bukalapak yakin mayoritas produk di sana halal. Namun, Bukalapak ingin menghadirkan seksi produk yang memang sudah berserifikat halal.

Bukalapak sudah menyampaikan ke KNKS mengenai dua solusi. Pertama, memberi insentif dan disinsentif terkait halal. Kedua, inovasi anak bangsa difasilitasi.

Bukalapak berharap produk platform komunikasi fatwa yang digagas KNKS segera muncul. "Perusahaan teknologi kan banyak. Butuh banyak produk yang perlu fasilitasi," ucap Isa.

Secara rasional, bisnis halal sangat potensial. Kalau ada yang melanggar, Isa yakin karena ketidaktahuan saja. "Inovasi anak Indonesia itu luar biasa, masa nunggu?" ujar Isa.

Kalau produk teknologi komunikasi fatwa itu, Bukalapak yakin perkembangan industri halal berbasis teknologi bisa cepat.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA