Friday, 19 Rabiul Akhir 1442 / 04 December 2020

Friday, 19 Rabiul Akhir 1442 / 04 December 2020

Gubernur Banten Imbau Warga tidak Terhasut Isu People Power

Kamis 25 Apr 2019 15:15 WIB

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Christiyaningsih

Gubernur Banten Wahidin Halim setelah bersilaturahim dengan pegawai Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Banten, di Aula Bappeda Provinsi Banten, Kamis (25/4).

Gubernur Banten Wahidin Halim setelah bersilaturahim dengan pegawai Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Banten, di Aula Bappeda Provinsi Banten, Kamis (25/4).

Foto: Republika/Alkhaledi Kurnialam
Gubernur Banten minta masyarakat tidak mudah terhasut isu people power

REPUBLIKA.CO.ID, SERANG -- Gubernur Banten Wahidin Halim mengimbau warganya agar terus menjaga kondusivitas Banten pascapemilu. Wahidin mengimbau agar masyarakat tidak terhasut dengan isu adanya penggerakan massa besar atau people power yang menurutnya bisa merusak keamanan.

"Terkait ada yang mengatakan isu people power itu masyarakat jangan sampai terganggu, jangan emosional, jangan sampai terjebak. Kalau ada suatu isu tabayyun saja atau konfirmasi tentang isu tersebut," ucap Wahidin setelah melakukan silaturahmi dengan tokoh agama dan pegawai Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten di Aula Bappeda Provinsi Banten, Kamis (25/4).

Gubernur melakukan silaturahmi dengan para pegawai Kemenag yang aktif dalam kegiatan keagamaan. Harapannya para tokoh dan pegawai Kemenag itu bisa mengajak masyarakat Banten untuk turut menjaga kondusivitas dan persatuan.

Menurut Wahidin, perbedaan yang terjadi saat Pemilu lalu jangan sampai terus terbawa hingga pascapemilu ini. Apalagi sampai merusak persatuan dan kedamaian yang sudah terjalin di Provinsi Banten selama ini. "Silaturahim ini untuk menyatukan masyarakat. Agar masyarakat yang tadinya berbeda pilihan dan pendapat saat Pemilu tidak sampai dipertajam hingga menimbulkan pertikaian," tutur Wahidin.

Situasi kondusif yang ada di Banten saat Pemilu menurutnya merupakan bukti warga Banten adalah orang-orang yang cerdas dan bersatu. Meski begitu, dirinya mengaku terus bersinergi dengan aparat dan tokoh masyarakat dalam menjaga keamanan ini pascapemilu ini.

"Rakyat Banten itu cerdas. Sudah berapa kali Pemilu, Pilkada semua aman. Jumlah partisipasi masyarakat di Banten juga saya puas, lebih dari 70 persen kan hampir 80," ucapnya.

Terkait adanya berita bohong atau hoaks yang sering bermunculan saat ini hingga memicu pertikaian, dirinya meminta agar warga Banten bisa selektif. Warga diminta supaya tidak melakukan respons yang salah atas suatu berita. "Kan kalau istilah pak Kanwil Kemenag itu 'saring' dan 'sharing' jadi disaring dulu, tabayyun dulu, baru setelah itu bisa sharing," tutur Gubernur.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA