Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Industri Asuransi tidak Perlu Khawatir dengan Risiko Bencana

Selasa 23 Apr 2019 21:13 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Nidia Zuraya

bencana alam

bencana alam

Foto: .
Klaim kerugian memang merupakan risiko yang pasti dihadapi oleh industri asuransi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hampir seluruh wilayah di Indonesia terpapar risiko bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, banjir, tanah longsor, hingga letusan gunung api. Berdasarkan data Bank dunia, Indonesia termasuk 35 negara di dunia dengan risiko terjadinya kerusakan ekonomi dan korban jiwa akibat dampak dari berbagai jenis bencana.

Kondisi ini sedikit banyak berpengaruh terhadap perusahaan asuransi. Pasalnya, dengan banyaknya kerugian baik material maupun non material ketika terjadi bencana tentu akan banyak klaim yang dilayangkan kepada para perusahaan asuransi.

Namun, Wakil Ketua sekaligus Ketua Bidang SDM dan Literasi AAUI Julian Noor mengatakan industri asuransi tidak perlu khawatir dengan asuransi kebencanaan tersebut. "Dengan alat yang ada di asuransi, bencana sebesar apapun seharusnya tidak membuat asuransi kolaps karena alatnya udah ada dan bisa dipakai," ujar Julian saat ditemui di acara seminar internasional Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), di Jakarta, Selasa (23/4).

Julian mengatakan, klaim kerugian memang merupakan risiko yang pasti dihadapi oleh industri asuransi. Saat terjadi bencana, menurutnya akan terjadi peningkatan klaim. Pihak yang paling terdampak dari peningkatan klaim ini adalah perusahaan reasuransi.

Berkaca dari tahun lalu, Julian mengatakan, bencana yang terjadi di Lombok, Palu, Donggala dan Banten seharusnya bisa meningkatkan kesadaran semua pihak untuk melakukan mitigasi risiko. Dia menambahkan, dalam konteks asuransi pun sudah ada cara untuk memitigasi risiko.

"OJK (Otoritas Jasa Keuangan) sudah mengatur mengenai kemudian bagaimana asuransi harus meng-cover," terang Julian.

Julian yang juga menjabat sebagai presiden direktur Adira Insurance ini mengatakan Adira Insurance sendiri sudah memenuhi ketentuan OJK mengenai penyediaan produk asuransi kebencanaan. Untuk bencana tahun lalu, Julian mengungkapkan jumlah klaim kerugian yang dibayarkan Adira Insurance sudah mencapai hampir Rp50 miliar.

"Kita yang Palu dan Lombok sudah selesai tinggal yang Banten. Yang Banten kita kena resort pulau Umang sebenarnya. Lumayan besar," tutur Julian.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA