Minggu, 1 Jumadil Akhir 1441 / 26 Januari 2020

Minggu, 1 Jumadil Akhir 1441 / 26 Januari 2020

Pola Pikir Kaum Muda Menjadi PNS Harus Direvolusi

Selasa 23 Apr 2019 19:58 WIB

Red: Ani Nursalikah

Pengusaha Muda ( Ilustrasi )

Pengusaha Muda ( Ilustrasi )

Foto: Republika/Mardiah
Kaum muda harus mengasah kepemimpinan dan jaringan.

REPUBLIKA.CO.ID, TEMANGGUNG -- Motivator muda Syafii Efendi mengatakan pola pikir menjadi pegawai negeri sipil (PNS) harus direvolusi dari bawah. "Baru-baru ini gaji PNS naik lima persen, APBN sudah berat untuk menggaji PNS. Selama ini banyak kaum muda ingin jadi PNS, mindset ini harus direvolusi dari akar bawah," katanya di Temanggung, Selasa (23/4).

Ia menyampaikan hal tersebut saat menjadi pembicara pada seminar motivasi nasional Characther Building dengan tema "How To Be Young Entrepreneur And World Class Leader" di Gedung Narwastu Temanggung. Syafii menuturkan ketika nanti lulus kuliah pola pikirnya bukan lagi ingin jadi PNS, tetapi jadi pengusaha yang bisa menciptakan dan menyerap banyak tenaga kerja.

Pada kesempatan tersebut dia memberikan tips sukses berwirausaha di usia muda. Satu di antaranya yang penting adalah jangan habiskan waktu muda untuk pacaran, melainkan membangun kemampuan leadership (kepemimpinan) dan networking (jaringan).

"Jangan pacaran, tidak ada sejarahnya orang sukses itu menghabiskan waktunya hanya untuk pacaran," katanya.

Menurut dia, sejak dini kawula muda harus mulai mengasah kepemimpinan. Saat ini secara nasional, kepemimpinan kawula muda Indonesia lemah karena tidak diajarkan untuk memimpin dan belajar arti sebuah peradaban.

Menurut dia, untuk sukses dalam berbisnis dan wirausaha harus punya kepemimpinan yang kuat. Kewirausahaan tidak akan berjalan baik tanpa kepemimpinan yang mumpuni.

"Kalau mau kaya, perbaiki dulu kepemimpinannya nanti yang lain akan mengikuti, itu otomatis," katanya.

Selain itu, jaringan juga berperan penting dalam enterpreneurship. Selama ini, ada pola pikir yang salah bahwa berbisnis itu harus punya modal besar.

"Itu pola pikir salah, jaringan akan menekan modal hingga sangat minimal. Anak muda kalau diajak ngomong bisnis selalu ngomong terkendala modal, dikasih modal pun kalau tidak mampu maka modalnya habis," katanya.

Ketua panitia seminar Slamet Muridan mengatakan acara ini terselenggara atas kerja sama organisasi kepemudaan Wirausaha Muda Nusantara (Wimnus) Jateng bersama BEM Akpers Ngesti Waluyo Temanggung. Menurut dia, seminar motivasi nasional ini diikuti oleh sekitar 1.300 peserta dari siswa SMA/MA/SMK dan mahasiswa di Kabupaten Temanggung.

Ia menuturkan, pada 2030-an Indonesia punya bonus demografi di mana penduduk akan didominasi oleh usia produktif. Ia menuturkan untuk menyongsong bonus demografi tersebut kaum muda harus mengubah pola pikir dari ingin jadi pekerja menjadi ingin berwirausaha sejak dini.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA