Selasa, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 Desember 2019

Selasa, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 Desember 2019

Pertamina akan Beri Tambahan Layanan BBM di Jalur Mudik

Senin 22 Apr 2019 19:00 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Nidia Zuraya

SPBU Pertamina

SPBU Pertamina

Foto: blogspot.com
Pertamina memprediksi konsumsi BBM gasoline meningkat 15,78 persen selama musim mudik

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pertamina (Persero) sudah menyusun rencana antisipasi ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di jalur mudik. Manager PSO Retail Fuel Marketing Pertamina Agus Taufiq Harahap mengatakan sudah mendata rest area di Jakarta, Jawa Barat, Jawa tengah, Jawa Timur sepanjang jalur mudik.

“Di jalur mudik mulai dari Merak sampai dengan Jawa Timur sudah tersedia 35 SPBU tipe A, SPBU di rest area tipe A proses 20 titik, SPBU rest area tipe B 18 titik, dan tipe C atau parking bay sebanyak enam titik,” kata Agus dalam Rapat Koordinasi Angkutan Lebaran 2019 di Kemenhub, Senin (22/4).

Sementara itu, untuk seluruh rest area di seluruh Tol Trans Jawa sampai Jawa Timur, Agus memastikan Pertamina akan memberikan tambahan layanan BBM. Hal itu dilakukan selama masa Angkutan Lebaran Idul Fitri 2019.

“Tambahan layanan ini dalam bentuk kios, kemudian motoris, mobil dispenser, dan kantong BBM. Kami juga memberikan fasilitas di jalur Cipali sampai Jawa Tengah hingga jalur selatan sebanyak delapan titik,” ungkap Agus.

Pertamina memprediksi pada musim mudik tahun ini terdapat peningkatan penggunaan kendaraan pribadi sebanyak 10,6 juta unit naik 13 persen dari tahun lalu. Sementara untuk konsumsi BBM gasoline (Pertamax, Turbo, Pertalite, dan sebagainya) diprediksi bertambah 15,78 persen. Sementara konsumsi BBM gasoil (avtur dan solar) menurun 10,45 persen.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi pada angkutan Lebaran Idul Fitri 2019 akan banyak pemudik yang menggunakan jalan tol. Hal tersebut terlihat dari prediksi kenaikkan penggunaan bus dan kendaraan pribadi.

"Mobil pribadi paling banyak ada kenaikkan 17,59 persen dari tahun lalu 3,19 juta unit menjadi 3,76 juta unit. Kebanyakan menggunakan jalan tol," kata Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi di Gedung Kemenhub, Senin (22/4).

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA