Rabu, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Rabu, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Sejarah Al Falah yang Berpotensi Akuisisi Bank Muamalat

Senin 22 Apr 2019 17:34 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Gita Amanda

Bank Muamalat

Bank Muamalat

Foto: Republika/Prayogi
Al Falah berencana mengakuisisi 50,3 persen saham Bank Muamalat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Al Falah Investment PTE Limited (Al Falah) muncul sebagai perusahaan yang berencana mengakuisisi 50,3 persen saham Bank Muamalat. Caranya dengan membeli 77,1 persen dari keseluruhan saham baru yang akan diterbitkan dalam Penawaran Umum Terbatas, pelaksanaan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).

Menurut rancangan akuisisi yang diterbitkan Bank Muamalat pekan lalu, Al Falah adalah perusahaan yang didirikan berdasarkan hukum Singapura. Al Falah merupakan perusahaan yang dimiliki dan didirikan bersama oleh Pengusaha, Ilham Akbar Habibie dan CP5 Hold Co 2 Limited (CP5).

CP5 merupakan perusahaan investasi yang secara tidak langsung dimiliki 100 persen oleh dana yang dikelola oleh SSG Capital Management Limited (SSG). Perusahaan SSG berdiri untuk tujuan berinvestasi di Bank Muamalat.

Ilham Habibie telah menunjukkan dirinya sebagai calon investor baru Bank Muamalat sejak tahun lalu. Pengusaha yang juga merupakan Presiden Komisaris Bank Muamalat saat ini dan terlibat dalam beberapa organisasi seperti ICMI (Wakil Ketua), ICC Indonesia (Presiden), Masyarakat Ekonomi Syariah (Anggota Dewan Pembina), The International Islamic Forum for Science, Technology and Human Resources Development (Sekretaris Jenderal).

SSG adalah perusahaan pengelola aset alternatif dengan aset atau dana kelolaan mencapai lebih dari lima miliar dolar AS. Perusahaan yang dipimpin oleh Andreas Rizal Vourloumis ini memiliki pengalaman luas dalam melakukan investasi untuk memperbaiki kondisi perusahaan maupun melakukan investasi di lembaga keuangan.

Al Falah sendiri merupakan perusahaan induk yang fokus usahanya pada sektor perbankan dan lembaga keuangan lainnya. Managemennya semula dipimpin oleh tiga direktur yakni Shyam Maheshwari, Dinesh Goel, dan Ranjan Lath.

Namun Al Falah sedang dalam proses perubahan anggota Direksi, nantinya anggota direksi akan dipimpin oleh Ilham Habibie. Andreas Rizal Vourloumis dan Ranjan Lath akan menjadi direktur.

Pada tanggal Rancangan Akuisisi Bank Muamalat diterbitkan, pemegang saham tunggal Al Falah adalah CP5. Al Falah sedang dalam proses perubahan komposisi pemegang saham. Ilham Habibie dan CP5 masing-masing akan memiliki sekitar 51 persen dan 49 persen kepemilikan saham di Al Falah. Al Falah memiliki kapitalisasi keseluruhan sekitar 121 juta dolar AS atau setara Rp 1,7 triliun.

Setelah diselesaikannya rencana akuisisi, Ilham Habibie dan SSG akan secara bersama-sama mengendalikan Bank Muamalat.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA