Sabtu, 23 Zulhijjah 1440 / 24 Agustus 2019

Sabtu, 23 Zulhijjah 1440 / 24 Agustus 2019

UTBK di Undip Semarang Berlangsung Lancar

Ahad 14 Apr 2019 15:55 WIB

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Hasanul Rizqa

Rektor Undip, Prof Dr Yos Johan Utama SH MHum

Rektor Undip, Prof Dr Yos Johan Utama SH MHum

Foto: Republika/Bowo Pribadi
Tidak ada laporan tentang perjokian atau kendala teknis.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Universitas Diponegoro (Undip) hingga hari kedua berjalan cukup lancar. Hal itu merupakan UTBK gelombang pertama yang digelar kampus tersebut pada tahun ini.

Panitia pelaksana UTBK Undip memastikan, tidak ada laporan tentang perjokian atau kendala teknis dalam pelaksanaan ujian tersebut. Kelancaran UTBK berlangsung baik pada pelaksanaan sesi pagi maupun siang.

“Insya Allah, semua aman dan lancar karena petugas akan secara penuh mengawasi peserta dan mendeteksi secara berlapis semua persyaratan dan identitas seluruh peserta," kata Rektor Undip Prof Dr Yos Johan Utama, Ahad (14/4).

Dia menambahkan, pihak panitia pelaksana UTBK Undip telah mempersiapkan infrastruktur dan seluruh kebutuhan peserta. Kesiapan ini juga terkait dengan antisipasi kemungkinan adanya upaya perjokian, yakni orang-orang yang berupaya menyusup sebagai peserta UTBK kali ini.

Panitia juga mengawasi bila ada piranti komunikasi dan sejenisnya yang masuk ke dalam ruangan tempat pelaksanaan UTBK. Ujian tersebut berlangsung tersebar di sejumlah gedung fakultas Undip.

Kepada para peserta, Rektor Undip juga mengingatkan untuk tidak mengikuti kabar menyesatkan, misalnya terkait bocoran materi UTBK. Mereka juga diimbau untuk tidak mempercayai bila ada oknum-oknum yang menawarkan bantuan agar bisa mengerjakan soal-soal yang diujikan dalam UTBK 2019 ini.

Potensi kecurangan telah diantisipasi Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), selaku penyelenggara nasional UTBK ini. "Karena soal tiap hari dan tiap sesi akan selalu berbeda bentuk dan karakteristiknya,” ujar guru besar ilmu hukum tata usaha negara Undip tersebut.

Prof Yos, demikian sapaannya, juga mengapresiasi panitia UTBK yang sudah menyiapkan berbagai kebutuhan sehingga ujian tersebut berlangsung dengan lancar. Panitia Pelaksana UTBK Undip menyediakan 1.850 komputer dan beberapa unit cadangan untuk bisa memberikan pelayanan yabg prima kepada para peserta.

Termasuk layanan pada peserta UTBK yabg juga merupakan penyandang disabilitas. Panitia juga menyiapkan petugas khusus untuk membantu kebutuhan peserta difabel. "Sehingga saudara- saudara kita yang berkebutuhan khusus ini pun bisa mengikuti pelaksanaan UTBK kali ini dengan nyaman dan lancar," ucap Prof Yos.

Dari pantauan media, jalan-jalan menuju kampus Undip Tembalang dan Pleburan relatif lancar. Keadaan itu tidak seperti ketika SBMPTN pada tahun lalu yang menimbulkan kemacetan parah.

Ruang test UTBK yang ditempati 20 sampai 40 peserta  rata-rata penuh dan hanya tampak dua hingga tiga kursi yang kosong tidak terisi peserta.

Kepala UPT Humas Undip, Nuswantoro Dwi Warno mengatakan, tahun ini jumlah peserta yang mengikuti UTBK di Undip sebanyak 39.603 peserta, yang terbagi Kelompok Saintek 21.739 dan Kelompok Soshum 17.864.

Pelaksanaan UTBK di Undip diselenggarakan secara mandiri yang dipusatkan beberapa fakultas yang berlokasi di kampus Tembalang dan kampus Pleburan. "Pelaksanaannya pun di khususkan setiap hari Sabtu dan Minggu selama 22 sesi sampai nanti tanggal 26 Mei 2019," jelasnya.

Sementara itu, salah seorang peserta UTBK,  Aji Pratama mengatakan,  test model UTBK ini lebih mudah dan nyaman. Karena masing- masing soal ada waktunya. Sehingga setiap peserta dapat mengalokasikan waktu untuk menjawab masing- masing soal UTBK kali ini dengan tenang dan lebih fokus.

Selain itu, pelaksanaannya juga jauh lebih nyaman. "Yang jelas tidak seperti tes SBMPTN yang untuk menuju lokasi tes pun kadang sudah macet," jelas peserta yang krmbali mengikuti tes masuk PTN ini.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA